KETIK, JAKARTA – MotoGP San Marino 2026 menghadirkan drama yang jauh lebih besar dari perkiraan. Marc Marquez keluar sebagai pemenang di Misano, Minggu (13/9), tetapi kemenangan tersebut datang setelah Marco Bezzecchi mengalami crash saat memimpin balapan dan Jorge Martin sempat merebut posisi terdepan.
Marc akhirnya finis di depan adiknya sendiri, Alex Marquez, sementara Pedro Acosta melengkapi podium.
Bagi Marc, kemenangan ini sangat penting. Bukan hanya karena menjadi kemenangan kelimanya di MotoGP musim ini, tetapi juga karena hasil tersebut membawanya ke puncak klasemen dunia untuk pertama kalinya pada 2026. Marc dan Martin kini sama-sama mengoleksi 274 poin, tetapi Marc berada di posisi pertama karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix yang lebih banyak.
Drama bahkan sudah terjadi pada lap pertama.
Bezzecchi mengawali balapan dari pole position dan kali ini berhasil mempertahankan posisi terdepan dari serangan Marc di Tikungan 1. Ini menjadi perubahan dari dua balapan sebelumnya, ketika Marc selalu berhasil melewati Bezzecchi pada tikungan pertama.
Baca Juga:
Acosta Balikkan Keadaan di Misano, KTM Bangkit Podium Kembali DiraihNamun, keunggulan tersebut hanya bertahan beberapa tikungan.
Memasuki Tikungan 13 pada lap pembuka, Bezzecchi kehilangan bagian depan Aprilia-nya dan terjatuh. Rider tuan rumah itu sebenarnya sedang memimpin dan memiliki peluang besar untuk mengamankan 25 poin, tetapi semuanya berakhir dalam hitungan detik. Beruntung, Bezzecchi tidak mengalami cedera serius.
Crash Bezzecchi otomatis memberikan keuntungan besar kepada Marc.
Marc mengambil alih pimpinan lomba, sementara Jorge Martin naik ke posisi kedua. Tetapi Martin tidak datang ke Misano hanya untuk mengamankan posisi di belakang rivalnya.
Baca Juga:
Marc Marquez Kembali Menang di Sprint Misano, Bezzecchi dan Martin Lengkapi PodiumPada lap ketujuh, Martin melakukan serangan berani kepada Marc di Tikungan 4. Manuver tersebut berhasil dan rider Aprilia itu mengambil alih posisi pertama.
Martin bahkan sempat membuka jarak hingga lebih dari delapan persepuluh detik. Untuk beberapa lap, kemenangan seolah mulai mengarah kepadanya.
Namun Marc belum selesai.
Memasuki lap ke-11, kecepatan Marc kembali meningkat. Ia mulai memangkas jarak dengan Martin sebelum melakukan serangan balik di Tikungan 6 pada lap ke-12.
Marc kembali memimpin.
Tidak lama kemudian, Alex Marquez juga melewati Martin. Rider Gresini itu kemudian mulai mengejar kakaknya dan sempat memangkas jarak hingga kurang dari satu detik.
Duel kakak-adik pun menjadi cerita tersendiri di bagian akhir balapan.
Alex terus memberikan tekanan, tetapi Marc mampu mempertahankan ritmenya. Pada akhirnya, Marc melintasi garis finis dengan keunggulan hanya 0,657 detik atas Alex.
“Rasanya tidak nyata, tetapi saya tidak pernah menyerah. Saya akan terus mendorong sampai akhir. Kejuaraan ini belum selesai,” ujar Marc seperti dilansir Reuters.
Marc juga menyadari bahwa kesalahan kecil bisa mengubah segalanya dalam pertarungan gelar yang semakin ketat.
“Seperti yang kita lihat hari ini, kami membalap di batas kemampuan dan kesalahan kecil bisa membuat kita kehilangan banyak poin.”
Sementara itu, Pedro Acosta kembali naik podium setelah finis ketiga. Ia berhasil melewati Martin dalam fase akhir balapan, sebelum Fermin Aldeguer ikut menyalip Martin dan membuat pemimpin klasemen sebelum Misano tersebut harus puas finis kelima.
Hasil P5 membuat Martin kehilangan posisi teratas klasemen. Ia kini memang memiliki jumlah poin yang sama dengan Marc, yakni 274, tetapi harus turun ke posisi kedua karena baru mengoleksi satu kemenangan Grand Prix musim ini.
Bagi Bezzecchi, situasinya jauh lebih pahit.
Setelah tampil luar biasa sepanjang akhir pekan dari pole position, rekor lap baru, hingga finis kedua di Sprint, ia justru meninggalkan balapan utama tanpa poin. Crash tersebut membuat Bezzecchi tertinggal 33 poin dari Marc dan Martin dalam klasemen.
Sementara itu, Francesco Bagnaia kembali mengalami akhir pekan yang buruk. Pecco juga terjatuh dan mencatat DNF untuk keempat kalinya dalam lima balapan terakhir.
Pada akhirnya, Misano menjadi panggung sempurna bagi Marc Marquez.
Ia menyapu bersih akhir pekan dengan kemenangan Sprint dan Grand Prix, mengumpulkan 37 poin, sekaligus membalikkan situasi perebutan gelar yang beberapa bulan lalu tampak sangat sulit baginya.
Dari tertinggal 102 poin setelah GP Italia pada akhir Mei, Marc kini justru menjadi pemimpin klasemen. (*)