KETIK, PACITAN – Tiga hari mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan turun ke jalan, 25-27 Maret 2025, bukan buat demonstrasi, bukan juga cari sensasi.
Mereka mengais kepedulian, meraup rupiah demi saudara-saudara di pelosok yang butuh uluran tangan.
Hasilnya? Rp7.446.000 terkumpul, siap didistribusikan.
“Alhamdulillah, amanah donasi ini bisa kami salurkan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Ketua PMII Pacitan, Al Ahmadi atau yang akrab disapa Aldi kepada ketik.co.id saat penyaluran, Jumat, 28 Maret 2025.
Namun, seperti lautan yang tak bisa dikuras dengan ember, dana yang terkumpul masih jauh dari cukup untuk menjangkau sejumlah warga Petungsinarang yang membutuhkan.
Baca Juga:
Muscab-III, Agus Salim Terpilih Pimpin IKA PMII Pacitan Periode 2026-2031“Mohon maaf, kami sudah upayakan maksimal. Tapi dengan nominal ini belum bisa menjangkau semua dari 71 warga yang terdata,” imbuh Aldi.
Tak mau asal-asalan, PMII memilih sasaran dengan hati-hati.
Bantuan akhirnya diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar dalam kondisi kritis: belasan warga hidup sebatang kara, penyandang disabilitas, yatim-piatu, dan kaum duafa.
Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban TerbanyakBentuknya? Paket sembako plus parcel spesial Idul Fitri, biar ada manis-manisnya di hari kemenangan.
"Meski tak seberapa, semoga bermanfaat. Dan di momen hari raya ini mereka juga bisa merasakan nikmatnya," ucap Aldi.
Di antara penerima bantuan, Nirwana, seorang warga Dusun Ketro yang mengidap hidrosefalus, tak bisa menyembunyikan rasa harunya.
Baginya, bantuan ini bukan sekadar beras atau gula, tapi sebuah pelukan dari kepedulian yang jarang ia rasakan.
Sementara itu, Wardi, penyandang disabilitas mental, terdiam tanpa kata, hanya ibunya yang tak kuasa menahan haru saat menerima paket dari tangan mahasiswa.
"Maturnuwun sedoyo mawon, mugi dibales saking Allah SWT," kata Jumi dalam bahasa jawa.
Terakhir, Koordinator Petarung Kehidupan, Dian Wahyu, menjelaskan kondisi warga setempat saat ini.
“Memang banyak warga di sini masih rentan, difabel, yatim, duafa dan sebatang kara. Mereka untuk bansos pemerintah, alhamdulillah, insyaallah sudah tercover sebagian besar. Tapi kepesertaan BPJS Kesehatan masih banyak yang belum,” bebernya. (*)