KETIK, MALANG – Kualitas udara di Malang terpantau kembali pulih dan berada dalam kategori sedang. Diketahui, sebelumnya sempat merosot ke level tidak sehat akibat paparan asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang yang berada di Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Fungsional Ahli Madya BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto mengatakan, kualitas udara di Malang sempat memburuk terjadi pada Kamis, 22 Oktober 2026 kemarin. Konsentrasi partikel halus PM 2,5 tercatat menjadi parameter kritis dan terjadi dalam kurun waktu tertentu.
"Hari Kamis kemarin, kualitas udara di Malang sempat turun masuk kategori Tidak Sehat dan terjadi pada kurun waktu jam 07.00 - 08.00 WIB serta jam 15.00 - 16.00 WIB. Nampaknya, ini karena dampak dari adanya kebakaran yang terjadi di TPA Supit Urang," jelasnya kepada Ketik.com.
Namun ia mengungkapkan, sebaran polusi tidak terjadi merata di seluruh wilayah Malang. Tentunya, ini karena bergantung pada arah tiupan angin yang membawa kepulan asap kebakaran TPA Supit Urang.
"Tidak seluruh wilayah kualitas udaranya seperti itu. Kebetulan asap kebakaran menyebar hingga sampai di kantor kami yang berada di Karangploso, di wilayah lain belum tentu," ungkapnya.
Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Dampaknya ke Malang Raya? Ini Kata BMKGMeski kualitas udara sempat menurun, namun saat ini kondisinya berangsur stabil. Seiring dengan upaya pemadaman yang terus dilakukan dan meredanya asap, parameter kualitas udara kembali normal.
"Berdasarkan data pemantauan pada Jumat, 23 Oktober ini, kualitas udara di Malang kembali berada dalam kategori sedang," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maksum kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Dalam kondisi kemarau saat ini, suhu udara lebih tinggi dan kelembapan udara lebih kering.
"Jangan melakukan aktivitas bakar-bakar sampah di lahan terbuka, membakar lahan untuk pembukaan lahan pertanian, membuang rokok sembarangan, menyalakan api di area hutan dan lahan kering, serta meninggalkan benda yang dapat memicu percikan api," pungkasnya.(*)