KETIK, PALEMBANG – Kondisi Jumiatun, salah satu korban selamat kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara, masih memerlukan penanganan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel.

Perempuan tersebut mengalami luka bakar serius akibat kecelakaan hebat yang disertai kebakaran di Jalan Lintas Sumatera. Saat ini Jumiatun masih dirawat di ruang ICU dan menggunakan alat bantu napas.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi terhadap Jumiatun untuk menangani luka bakar yang dialaminya.

Namun kondisi luka bakar pada kedua tangan korban disebut cukup berat. Kerusakan jaringan bahkan telah mencapai bagian tulang pada jari-jari tangan.

“Bu Jumiatun memang kondisinya lebih berat dan masih memakai alat bantu napas di ICU,” ujar Budi, Selasa 12 Mei 2026.

Baca Juga:
Kondisi Dua Korban Selamat Tabrakan Maut Bus ALS Mulai Membaik, Masih Jalani Perawatan Intensif

Menurutnya, kerusakan terjadi pada jari telunjuk hingga jari kelingking di kedua tangan Jumiatun. Karena itu, tim dokter kini mempertimbangkan kemungkinan tindakan amputasi.

“Ada kemungkinan amputasi jari-jari Jumiatun tapi kita pastikan dulu karena harus kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut lewat pemeriksaan vaskularisasi. Apakah aliran darahnya masih kuat, cukup kuat dipertahankan atau terpaksa kita korbankan,” jelasnya.

Ia menerangkan, luka bakar berat tidak hanya merusak permukaan kulit, tetapi juga dapat menyerang jaringan dalam seperti tendon dan otot apabila tidak segera ditangani secara optimal.

“Kami khawatir luka bakar merusak organ jaringan dalam, tendon dan otot. Kalau tidak dirawat dengan baik akan fatal sehingga ada kemungkinan organ tubuh harus dikorbankan,” ungkapnya.

Baca Juga:
Dua Korban Kritis Dipindah ke Palembang Via Darat, Satu Penumpang Bus ALS Tak Tertolong

Meski kondisi Jumiatun masih berat, dokter memastikan organ vital korban dalam kondisi baik dan terus menunjukkan perkembangan positif selama menjalani perawatan intensif.

“Organ vital keduanya bagus, progres membaik. Fokus kami sekarang penanganan luka bakarnya,” tandas Budi.(*)