KETIK, BLITAR – Hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya, Jalan Sudanco Supriyadi, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu 16 Agustus 2026 tengah malam.

Di tengah suasana menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekitar 250 peserta berdiri dalam satu barisan mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS).

Lampu-lampu di kompleks makam perlahan dipadamkan. Cahaya obor kemudian menjadi penerang dalam prosesi yang berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB hingga 23.55 WIB tersebut.

Malam itu, peringatan kemerdekaan tidak diisi dengan kemeriahan. Justru dalam keheningan, nama dan jasa para pahlawan kembali dikenang.

AKRS diikuti unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Blitar, TNI-Polri, DPRD, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.

Baca Juga:
Sekolah Rakyat Kota Blitar Mulai Babak Baru, MPLS Jadi Langkah Awal Bentuk Siswa Mandiri

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, SH, MM, MHI bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedangkan Komandan Upacara dijabat Kapten Kav Agung Ribowo yang sehari-hari menjabat Danramil 0808/19 Wates.

Rangkaian prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan melalui pemadaman lampu TMP dan penyalaan obor.

Suasana kemudian semakin khidmat saat naskah Ziarah Nasional dan Renungan Suci dibacakan oleh Inspektur Upacara, dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan doa, hingga penghormatan terakhir melalui tabur bunga di pusara para pahlawan.

Bagi Virlani, AKRS bukan sekadar agenda rutin menjelang peringatan kemerdekaan.

Baca Juga:
Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Evaluasi Standar Pelayanan Publik, Warga Soroti Kejelasan Waktu Layanan

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat besarnya pengorbanan para pejuang sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme generasi saat ini.

“Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dilaksanakan untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia serta menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ujar Virlani.

Ia menambahkan, AKRS rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” imbuhnya.

Keheningan di TMP Raden Wijaya malam itu seolah membawa peserta kembali pada satu kesadaran sederhana: kemerdekaan yang dirayakan setiap 17 Agustus memiliki harga yang tidak sederhana.

Ada pengorbanan, kehilangan, dan perjuangan panjang yang menjadi fondasi berdirinya Indonesia.

Karena itu, mengenang pahlawan tidak berhenti pada tabur bunga atau upacara sesaat.

Semangat perjuangan tersebut menjadi tanggung jawab generasi hari ini untuk menjaga persatuan, merawat gotong royong, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Saat lampu TMP kembali menyala dan prosesi berakhir, malam terus berjalan menuju 17 Agustus.

Namun pesan dari pusara para pahlawan seakan tetap tinggal: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dijaga.