KETIK, CILACAP – Musim kemarau 2026 yang berlangsung sejak Juli hingga September berdampak terhadap krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
Hingga pertengahan September 2026, PMI Cilacap telah menyalurkan 245 tangki air bersih atau setara 1.225.000 liter. Bantuan tersebut didistribusikan ke 23 desa yang tersebar di 10 kecamatan.
Bantuan tersebut tercatat telah diterima 10.022 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 42.564 jiwa.
Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma'aruf mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk komitmen kemanusiaan PMI untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan maupun bencana alam.
Baca Juga:
Gerakan Pangan Murah, Pemkab Cilacap Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Tercukupi"Hingga pertengahan September 2026, PMI Cilacap telah menyalurkan air bersih sebanyak 245 tangki atau setara dengan 1.225.000 liter air bersih kepada 23 Desa, mencakup 10 Kecamatan dan 10.022 KK dengan jumlah jiwa 42.564 yang menerima manfaat air bersih dari PMI," ujar Farid, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Farid, PMI Cilacap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih. Penyaluran dilakukan menggunakan truk tangki ke wilayah yang terdampak kemarau panjang dan mengalami krisis air.
"Bentuk komitmen pelayanan kemanusiaan dari PMI Cilacap dengan Tagline 'Terdepan dan Tercepat' dalam setiap penanganan bencana dan krisis air bersih, semua warga masyarakat yang membutuhkan dan mengajukan bantuan air bersih akan kami layani dengan baik," pungkas Farid.
Selain menyalurkan air menggunakan truk tangki, PMI Cilacap juga memberikan bantuan sarana penampungan air berupa toren. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai cadangan air bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Baca Juga:
880 Sambungan Rumah Ditarget, DPUPR Lebak Gelontorkan Rp4,2 Miliar untuk SPAMPenyaluran bantuan beserta dukungan penampungan air tersebut di antaranya menjangkau wilayah Kecamatan Jeruklegi, Gandrungmangu dan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara.
Langkah tersebut dilakukan PMI Cilacap untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama menghadapi dampak kemarau dan krisis air bersih.(*)