KETIK, JAKARTA – Gelaran Makayoa Fun Run di Jakarta, Minggu 8 November 2026, menyisakan cerita menarik bagi pelaku industri kreatif asal Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Halmahera Selatan, Rifa’at Bassam, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Mardiana Helmi, menyempatkan diri mengunjungi stan Halmaroots. Dalam kesempatan tersebut, keduanya langsung memborong sejumlah kaos merek lokal itu.
Kehadiran istri Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba bersama istri Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menjadi bentuk dukungan nyata terhadap karya anak daerah yang mengembangkan identitas budaya melalui produk fesyen.
Keduanya disambut dan dilayani langsung oleh Adi, putra daerah sekaligus kreator di balik brand Halmaroots.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat. Di sela aktivitas belanja, Rifa’at mengapresiasi kreativitas Adi dalam menghadirkan produk berciri khas daerah. Meski lahir dan berkembang di Jakarta serta bersaing di pasar fesyen nasional, Halmaroots tetap mempertahankan identitas budayanya.
Bagi Rifa’at, kreativitas lokal memiliki peluang menembus pasar dunia. Harapan itu disampaikannya sebagai penyemangat bagi penggagas merek yang mengangkat kebanggaan terhadap tanah kelahiran.
Baca Juga:
Kaos Budaya Maluku Utara Ada di Kupal Bacan, Saatnya Pilih Halmaroots“Semoga dari Kupal, Halmaroots ini bisa go internasional,” ujar Rifa’at.
Rifa’at Bassam, Mardiana Helmi dan Adi serta pengunjung lainnya tampak bahagia Di depan Stand Halmaroots (Foto: Uji For Ketik.com)
Perhatian tersebut mendapat sambutan positif dari Adi. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada kedua tokoh perempuan Halmahera Selatan yang telah meluangkan waktu melihat sekaligus memborong koleksi produknya dalam rangkaian Makayoa Fun Run.
Partisipasi Halmaroots dalam kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan produk kreatif bernuansa budaya dan sejarah kepada masyarakat yang hadir.
Baca Juga:
Cegah Kekerasan dari Desa, GOW Halsel Libatkan Para Da’iMenariknya, di balik perjalanan Halmaroots dalam persaingan industri fesyen nasional, tersimpan kecintaan sang pendiri terhadap kampung halamannya.
Adi yang melahirkan brand tersebut di ibu kota memilih menghadirkannya di daerah asal. Sebagai wujud penghargaan terhadap akar budaya, ia membuka toko di Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.
Langkah itu memberikan kesempatan kepada masyarakat Bacan untuk mendapatkan berbagai koleksi secara langsung tanpa harus membelinya dari luar daerah.
Adi menjelaskan, produk merek tersebut kini dapat diperoleh dengan mengunjungi gerainya di Kupal.
Mengusung identitas Born From Culture, Halmaroots hadir sebagai brand yang berkompetisi di pasar nasional tanpa meninggalkan karakter daerah. Kehadiran tokonya di tanah kelahiran menjadi bukti kedekatan sang pendiri dengan akar budaya yang menginspirasi perjalanan usahanya.