KETIK, JAKARTA – Dunia politik Indonesia heboh dengan pemberitaan rekomendasi pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik (parpol) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Usulan itu berasal dari hasil laporan Direktorat Monitoring KPK 2025 yang merekomendasikan perbaikan tata kelola partai politik. Usulan pembatasan masa jabatan ketua umum menjadi hanya dua periode jadi salah satu dari total 16 rekomendasi KPK dalam tata kelola partai, mulai dari kaderisasi, pendidikan politik, pengkandidatan, laporan keuangan, hingga regenerasi kepemimpinan.
"Untuk memastikan berjalannya kaderisasi perlu pengaturan batas kepemimpinan ketua umum partai menjadi maksimal 2 kali periode masa kepengurusan," demikian tulis KPK dalam laporan tersebut.
Meski begitu, belum ada Undang-Undang yang mengatur pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik hingga saat ini. Suksesi kepemimpinan sepenuhnya masih merupakan kewenangan internal masing-masing partai.
Namun, jika diteropong, suksesi kepemimpinan partai di negeri ini memang mengalami jalan buntu di hampir sebagian besar partai politik. Jabatan Ketum partai-partai politik Indonesia saat ini juga masih diisi para politisi senior.
Baca Juga:
Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Apa ?Namun demikian, ada satu nama yang menjadi 'pendobrak' di kancah perpolitikan Indonesia lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai 'anyar' yang berdiri pada 16 November 2014 itu memiliki sosok Ketum dari kalangan generasi muda yakni Kaesang Pangarep yang baru berusia 31 tahun. Kaesang resmi terpilih sebagai Ketum PSI pada September 2023.
Selebihnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki Ketua Umum terlama yakni Megawati Soekarno Putri yang telah menjabat selama 33 tahun (1993-2026). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyusul dengan Muhaimin Iskandar yang telah menjadi Ketum selama 21 tahun (2005-2026).
Sementara itu, Surya Paloh sudah menjadi Ketum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) selama 15 tahun sejak partai itu berdiri pada 2011. Sedangkan Presiden RI Prabowo Subianto sudah 12 tahun menjadi Ketum partai Gerindra mulai 2014.
Dari daftar itu, Megawati saat ini berusia 79 tahun. Sedangkan Gus Imin sapaan akrab Muhaimin berusia 59 tahun. Sementara Surya Paloh dan Prabowo saat ini sama-sama berusia 74 tahun.
Baca Juga:
DPRD Kota Malang Dorong Perda ABK dan Disabilitas, Fokus Pendidikan InklusifPengamat Politik dari Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi membenarkan bahwa hingga saat ini mayoritas partai di Indonesia memang memiliki kondisi suksesi kepemimpinan yang tidak lancar. Menurutnya, hanya ada dua partai politik besar yang transisi kepemimpinannya lancar sejauh ini yakni Golkar dan PKS.
Berikut daftar ketua umum partai di DPR dengan jabatan terpanjang hingga saat ini:
Megawati Soekarnoputri (33 tahun)
Megawati telah menjabat ketua umum PDIP selama 33 tahun, termasuk saat masih bernama PDI pada 1993. Hingga kini, Megawati telah terpilih secara aklamasi dalam enam kali kongres partai. Masing-masing pada 1993 saat masih bernama PDI. Kemudian berlanjut pada Kongres I Semarang (2000), Kongres II Bali (2005), Kongres III 2010, Kongres IV Bali (2015), Kongres V Bali (2019), dan Kongres VI Bali (2025).
Muhaimin Iskandar (21 tahun)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin telah menduduki posisi itu selama 21 tahun sejak 25 Mei 2005. Cak Imin terpilih dalam empat kali muktamar, masing-masing pada Muktamar III 2005 (menggantikan Dimyati Qanun), dilanjutkan Muktamar IV 2010, V 2015, dan VI 2024
Surya Paloh (15 tahun)
Surya Paloh telah menjadi ketua umum Partai Nasdem sejak partai itu dirikan pada 2011 hingga saat ini. Dia terpilih dalam tiga kali kongres secara aklamasi, yang digelar masing-masing pada 2013, 2018, dan 2023.
Prabowo Subianto (12 tahun)
Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto memang lekat dengan kursi kepemimpinan Gerindra. Saat ini dia adalah Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Prabowo tidak menjadi ketua umum pertama Gerindra sejak partai itu didirikan pada 2008. Eks Dekan Fakultas Kehutanan UGM Suhardi adalah Ketum pertama Gerindra. Suhardi kemudian wafat pada Agustus 2014 dan kemudian digantikan Prabowo hingga sekarang.
Meski demikian, kelahiran Gerindra tak lepas dari tangan Prabowo dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Prabowo terpilih dalam empat kali kongres secara aklamasi, masing-masing pada Kongres I 2014, Kongres II 2015, III 2020, dan KLB 2025 (periode 2025-2030). (*)