Indonesia akan melakoni laga terakhir babak penyisihan grup A Piala AFF melawan tuan rumah Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura, Jumat 7 Agus 2026. Matchday terakhir tersebut merupakan laga krusial, karena nasib kedua tim lolos ke semi final ditentukan hasil pertandingan tersebut.  Singapura hanya butuh seri untuk menyegel tiket lolos, sementara Indonesia butuh kemenangan. 

Laga panas tersebut dipastikan akan berlangsung menarik dan menyita banyak perhatian para pendukung kedua tim. Termasuk kehadiran suporter Garuda yang ada di Singapura. Indonesia butuh tiga poin untuk menjadi runner up grup A untuk lolos ke semi final. Target menjadi juara grup sudah terlewatkan. Juara grup hampir pasti diraih oleh Vietnam. 

Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, masih begitu terasa bagi seluruh pecinta sepak bola di tanah air.Termasuk di jajaran manajemen dan pelatih. Pun demikian dengan sang juru taktik Indonesia John Herdman. Meloloskan Indonesia dari fase grup bukan perkara mudah. Apalagi pertandingan penentu ditentukan di kandang lawan Singapura, dan wajib menang.

Meskipun Indonesia unggul segalanya, baik  head to head di lima pertandingan terakhir, market value Rp163,82 miliar jauh lebih mentereng dibanding Singapura. Tapi bermain away tentu sangat berat. Apalagi Singapura dalam kondisi on fire usai sukses manahan imbang tuan rumah Vietnam di matchday ketiga. Ini yang akan menjadi ujian berat John Herdman. Tak terkecuali Singapura cukup berpengalaman di Piala AFF dan pernah menjadi juara sebanyak sebanyak empat kali, tahun 1998, 2004,2007, dan 2012.

Memang, secara level, Singapura termasuk tim kelas dua di kawasan Asean, namun sepak bola tidak selamanya bisa dihitung dengan matematika. Jika saja Indonesia lengah dan meremehkan lawan bisa berakibat fatal. Justru beban berat ada di Risky Ridho dan koleganya. Haparan pecinta sepak bola  Indonesia Juara Piala AFF 2026 cukup tinggi, karena secara kualitas pemain masih di atas tim peserta lainnya.

Baca Juga:
Piala AFF 2026: John Herdman Lupa Jika Lawannya Vietnam, Perjudian Berbuah Petaka

Kini tinggal bagaimana sang pelatih meracik taktik untuk bisa mengalahkan Singapura dan menyegel tiket lolos ke semi final. Tidak ada lagi istilah meremehkan lawan, pelatih tak mendampingi pemain sejak menit awal, dan menempatkan posisi pemain sesuai aslinya. Tidak ada lagi istilah coba-caba. Pada laga kali ini, menang satu gol atau lima gol sama saja. Pun demikian tidak harus bermain cantik. Yang penting bisa cetak gol.

John Herdman harus menurunkan egonya. Baik secara taktik dan pola permainan. Bukan saatnya untuk melakukan eksperimen di laga pamungkas ini. Hasil seri, apalagi kalah Indonesia harus angkat koper dan akan  melengkapi duka seperti edisi sebelumnya. Tidaklah berlebihan jika para elit PSSI sedikit memberi masukan serta penjelasan jika publik di tanah air sudah sangat rindu trofi Piala AFF. Kita tidak usah lagi menyebut Piala AFF tidak masuk kalender resmi FIFA, yang ada hanya satu masyarakat rindu Indonesia juara di ajang dua tahunan tersebut, semoga (*)

Baca Juga:
Selebrasi Trofi Nguyen Hai Long Usai Bungkam Indonesia Tuai Sorotan, Ini Respons Herdman dan Hubner