KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember optimistis pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) akan menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan UMKM di kawasan pesisir selatan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai wilayah selatan Jember memiliki potensi wisata besar yang selama ini belum berkembang maksimal akibat keterbatasan akses infrastruktur.
Kawasan mulai Kecamatan Kencong, Gumukmas hingga Puger disebut menyimpan banyak destinasi wisata pantai yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
“Maka dengan adanya JLS ini, daya tarik wisatawan ke pantai selatan ini akan meningkat dan menjadi sumber perputaran ekonomi baru di sini,” ujar Gus Fawait, Selasa, 26 Mei 2026.
Selain panorama pantai, kawasan pesisir selatan Jember juga memiliki potensi lain berupa pulau-pulau kecil yang indah serta hasil laut yang melimpah.
Baca Juga:
Gus Fawait Lobi Pemerintah Pusat, JLS Jember Dapat Anggaran Rp 3 Triliun“Bukan hanya pantainya, tetapi daya tarik lainnya berupa pulau-pulau yang indah hingga hasil ikannya yang melimpah,” lanjutnya.
Menurut Gus Fawait, keberadaan JLS nantinya akan membuka peluang tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang kawasan pesisir. Peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan diyakini akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru.
“Kalau JLS ada pasti banyak UMKM yang tumbuh, termasuk juga wisatanya yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bukan hanya dari lokal melainkan dari daerah lain ingin datang ke sini,” katanya.
Pemkab Jember juga berharap pembangunan JLS dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di wilayah pesisir selatan yang selama ini masih cukup tinggi.
Baca Juga:
Gus Fawait Lantik 777 Kepala Sekolah dan Pengawas, Beri Waktu Enam Bulan untuk Berinovasi“Karena memang berdasarkan data, wilayah pesisir pantai selatan ini salah satu pusat kemiskinan dan jika JLS ini dikembangkan maka kesejahteraan masyarakat bisa terangkat,” terangnya.
Di sisi lain, pembangunan Jalur Lintas Selatan terus dipercepat oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Proyek strategis tersebut telah mendapat dukungan anggaran sebesar Rp3 triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2029.
“Kami sudah melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat, dan alhamdulillah telah disetujui pembangunannya pada tahun 2026 ini dan diproyeksikan selesai pada tahun 2029 mendatang,” jelas Gus Fawait.
Pemkab Jember menilai pembangunan JLS akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas wilayah selatan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi di kawasan pesisir. (*)