KETIK, MALANG – Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Malaysia, mengapresiasi budaya pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri). Kedua pihak pun berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi internasional lintas negara tersebut.
Hazruwani binti A. Halim, Ketua Program Civil Engineering Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, menjelaskan bahwa sebagai langkah awal, telah dilaksanakan program International Community Service di Malang.
"Jadi, kerja sama yang kami lakukan dengan Unitri ini sebagai sebuah tindakan nyata antara mahasiswa Malaysia dengan mahasiswa Indonesia," ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.
Unitri dipilih tidak hanya karena memiliki Program Studi Teknik Sipil, tetapi juga karena keaktifannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Sebagai tindak lanjut, empat mahasiswa dari Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah diterjunkan langsung ke Desa Dalisodo dan Desa Jedong.
"Oleh karena itu, saya mengambil tindakan agar mahasiswa saya terlibat, karena kita ingin melihat budaya mahasiswanya. Saya ingin melihatnya karena menurut saya Unitri ini tergolong universitas yang mantap," katanya.
Baca Juga:
Tingkatkan Wawasan Kebangsaan, Pusdipwasbang Unitri Ajak Mahasiswa Napak Tilas Jejak Bung Karno di BlitarMelalui pengabdian tersebut mahasiswa digerakkan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari khususnya bidang teknik sipil ke masyarakat. Tak hanya itu, ia menilai mahasiswa perlu melihat etika dan nilai-nilai luhur dari masyarakat secara langsung.
"Jadi, dari situlah kita dapat memupuk ukhuwah (persaudaraan) antar kedua kelompok mahasiswa secara internasional. Kita juga dapat memupuk ke arah keberlanjutan," sebutnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unitri, Warter Agustim menjelaskan kolaborasi dengan berbagai kampus di Malaysia terus digencarkan. Bahkan beberapa mahasiswa Unitri juga sempat dikirim untuk melakukan pengabdian di Malaysia.
"Kita pernah kita pernah mengirim mahasiswa kita untuk melakukan kegiatan pengabdian di Malaysia juga. Jadi kita saling bertukar dan dengan beberapa kampus ya, bukan hanya satu kampus," sebutnya. (*)