KETIK, ACEH SINGKIL
– Kebanggaan dan haru menyelimuti Khalikul Sakda Berutu, jurnalis senior di Kabupaten Aceh Singkil. Setelah melalui perjuangan yang tak mudah, putranya, Ardi Atmayanto Derexy Berutu, akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan sebagai tamtama TNI AD.
Sang buah hati resmi menyandang pangkat Prajurit Dua atau Prada dan mengikuti tradisi pembaretan TNI Angkatan Darat (AD) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aceh Besar pada 21 Juni 2026. Tradisi pembaretan tersebut sebagai seremoni yang menandai bahwa ia telah resmi menyelesaikan pendidikan dan bergabung sebagai prajurit TNI AD.
Ardi Atmayanto merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Khalikul Sakda Berutu dan Asmi Dewi. Sejak kecil, Ardi dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia kemiliteran dan bercita-cita menjadi seorang prajurit.
"Memang sejak kecil Ardi, begitu sapaan akrabnya sehari-hari, sudah menunjukkan bakat kemiliteran sebagai cita-citanya," kata Sakda, Selasa, 23 Juni 2026.
Tradisi pembaretan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendidikan Dikjurbaif Abit Dikmabaif TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 dan Dikjurtaif Abit Dikmatif TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh suasana emosional bagi para peserta maupun keluarga yang hadir.
Prosesi pembaretan menandai tahap awal pengabdian para prajurit muda yang akan menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Menariknya, dari ratusan prajurit infanteri tamtama yang mengikuti kegiatan tersebut, terdapat empat putra terbaik asal Desa Ujung Bawang, Kabupaten Aceh Singkil.
Baca Juga:
Tender Rampung, Dua Proyek Jalan Provinsi di Aceh Singkil Segera DibangunKeempat pemuda tersebut yakni Ananda Wahyu Dalnaro, Ardi Atmayanto Derexy, Jerry, dan Putra Dedek. Mereka berhasil menuntaskan seluruh tahapan pendidikan hingga resmi mengikuti tradisi pembaretan.
Menurut Sakda, para prajurit muda itu selanjutnya akan menjalankan tugas di sejumlah komando daerah militer (Kodam) di Indonesia. Beberapa di antaranya ditempatkan di Kodam III/Siliwangi Bandung, Kodam IV/Diponegoro, dan Kodam V/Brawijaya Surabaya.
Informasi mengenai penempatan tugas tersebut disampaikan panitia saat pengumuman resmi yang sekaligus menjadi rangkaian penutupan kegiatan sehari setelah pelaksanaan pembaretan.
Suasana penutupan berlangsung penuh kebersamaan. Para orang tua memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan dukungan moral dan doa kepada anak-anak mereka yang akan memulai pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
Baca Juga:
Pembagian Rapor di UPTD SPF SDN Sintuban Makmur, Siswa dan Guru Berprestasi DiumumkanSalah satunya dilakukan Yanti Br Berampu yang menyerahkan nasi tumpeng kepada Ananda Wahyu Dalnaro. Pemberian tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar sang anak senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, serta mampu menjalankan amanah negara dengan baik.
Selain itu, Yanti juga berpesan agar putranya tetap rendah hati serta selalu menaati arahan dan perintah atasan selama bertugas.
Sakda menilai tradisi pembaretan tidak sekadar menjadi simbol kesiapan dan kedewasaan para prajurit muda dalam mengemban tugas negara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan besarnya peran keluarga dalam memberikan dukungan selama perjalanan karier militer anak-anak mereka.
Dengan semangat Sapta Marga, para prajurit muda itu kini bersiap menghadapi tantangan baru di satuan tugas masing-masing. Mereka diharapkan mampu membawa nama baik daerah asal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (*)