KETIK, TULUNGAGUNG – Semilir angin laut menyapu lembut pesisir Pantai Midodaren, Tulungagung, Minggu 26 April 2026, mengiringi kehangatan ratusan anggota komunitas Jazz GE8 Jawa Timur yang berkumpul dalam bingkai Halal Bihalal. 

Namun, pertemuan ini jauh dari kesan seremonial belaka.

Di balik deru mesin dan tawa akrab, terselip sebuah misi mulia, menjaga napas bumi melalui aksi nyata penanaman pohon yang mereka sebut sebagai “Sedekah Oksigen.”

Hadir di tengah keriuhan positif tersebut, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia dan seluruh peserta yang telah memilih Bumi Tirta Campurdarat sebagai titik temu lintas wilayah. 

Bagi Baharudin, momentum Halal Bihalal tahun ini memiliki esensi yang lebih dalam dari sekadar tradisi pasca-Lebaran.

Baca Juga:
Gema Sholawat dan Halalbihalal, Umi Laila Ajak Warga Doroampel Tulungagung Pertebal Ibadah

“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan jembatan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan yang produktif,” tegasnya di hadapan para peserta.

Promotor Wisata Berbasis Komunitas

Dalam sambutannya, Baharudin juga menyoroti kekayaan alam Tulungagung yang membentang dari puncak pegunungan hingga garis pantai yang eksotis. 

Ia memandang komunitas otomotif seperti Jazz GE8 memiliki peran strategis sebagai duta wisata informal yang mampu memperkenalkan pesona Tulungagung ke khalayak luas.

Baca Juga:
Desa Podorejo Wakili Sumbergempol Tulungagung dalam Panen Raya Nasional, Petani Dinilai Berhasil Jaga Ketahanan Pangan

“Terima kasih telah menjadikan Tulungagung sebagai tuan rumah. Saya berharap komunitas ini semakin solid dan terus menjadi bagian dari penggerak potensi wisata daerah kita,” tambahnya dengan penuh harap.(*)