KETIK, PROBOLINGGO – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama menghadiri kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di Probolinggo, Jumat, 11 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ning Lia, sapaan akrabnya banyak bertemu dengan para mahasiswa. Di hadapan mereka, ia mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran dan menyuarakan persoalan masyarakat.

Ia juga menekankan, bahwa Pancasila, UUD 1946, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep. Namun, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

"Saya ingin generasi yang lebih muda dari saya lebih proaktif mengambil peran, harus lebih speak up. Kalau ada regulasi negara yang sudah terlanjur disahkan, kita harus berani berbicara apakah memungkinkan adanya ruang revisi," kata Ning Lia.

Lanjutnya, organisasi pergerakan mahasiswa, jelas Ning Liga juga memiliki posisi strategis, menjaga nilai kemanusiaan. Gerakan mahasiswa, menurutnya juga harus peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Terima Award 9.9 Ketik, Ning Lia Sampaikan Pesan untuk Generasi Muda

Salah satu contoh yang Ning Lia sampaikan di hadapan para mahasiswa ini persoalan mafia tanah. Ia mengambil contoh ini lantaran banyak aduan masyarakat kepada dirinya.

"Tadi malam saya menerima tamu dari masyarakat yang menjadi korban mafia tanah atau mafia bersertifikat. Saya pun juga korban, orang tua saya menjadi korban dan sampai sekarang masih berproses hukum," ujar senator mantan model.

Pengalaman itu, menurut Ning Lia, menunjukkan pentingnya masyarakat dan generasi muda ikut mengawal kebijakan publik serta peraturan perundang-undangan. Sebab, masih terdapat persoalan hukum yang dalam praktiknya dinilai belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton ketika menemukan persoalan di tengah masyarakat. Kritik, gagasan, maupun dorongan perubahan regulasi, kata dia, dapat disampaikan secara konstruktif melalui jalur konstitusional.

Baca Juga:
Terima Award 9.9 Ketik, Ning Lia Sampaikan Pesan Ini untuk Generasi Muda

"Semua harus benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat," tutur politisi pecinta batik.

Dalam sosialisasi tersebut, Ning Lia juga menyinggung pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

Menurutnya, arah pembangunan jangka panjang diperlukan agar program strategis negara tidak berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan.

"Jangan sampai ketika berganti presiden, pembangunan yang sudah dirancang kemudian tidak dilanjutkan. Di situlah pentingnya PPHN," katanya.

Ning Lia menegaskan politik seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada jabatan, ambisi maupun kepentingan materi. Politik, menurut dia, harus menjadi sarana mengambil posisi strategis untuk memberikan manfaat dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar tersebut, Ning Lia berharap generasi muda semakin berani mengambil peran, memiliki kepekaan sosial serta aktif mengawal kebijakan negara dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah penyelenggara pemilu, di antaranya unsur Bawaslu Provinsi Maluku, Bawaslu Kabupaten Probolinggo, KPU Kabupaten Probolinggo, dan KPU Kota Probolinggo. (*)