KETIK, SLEMAN – Kebakaran hebat melanda rumah sekaligus gudang sembako milik Padmo Purnomo di Jalan Jengger, Padukuhan Jongkang, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Peristiwa terjadi pada Jumat petang 28 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta. Selain bangunan dan stok barang dagangan, enam kendaraan ikut ludes terbakar. Rinciannya meliputi dua unit mobil, tiga sepeda motor, dan satu sepeda pancal.
Dugaan sementara, api muncul saat pemindahan bensin dari mobil ke sepeda motor. Di dekat lokasi pemindahan bahan bakar itu, ada aktivitas penggunaan setrika uap. Uap bensin diduga kuat menyambar panas setrika.
Meski begitu, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki intensif oleh Polresta Sleman.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 1,5 jam. Tim Damkar Pemkab Sleman dan UGM diterjunkan ke lokasi. Mereka dibantu oleh para relawan, petugas BPBD Sleman dan warga setempat.
Baca Juga:
Pemkab Sleman Beri Penghargaan Lunas Awal PBB-P2 2026, Realisasi Pajak Capai 95 PersenSetelah kobaran api padam, warga langsung bergotong-royong membersihkan lokasi. Aksi evakuasi puing-puing ini dipimpin oleh Dukuh Jongkang, Ngationo.
Dinsos Sleman Salurkan Bantuan
Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiantoro, Sabtu pagi 29 Agustus 2026 mendatangi lokasi kejadian. Ia didampingi Lurah Sariharjo Sarbini, Carik Galih, Jogoboyo Aris Mawardi, dan Dukuh Ngationo.
Selain meninjau dampak kerusakan, rombongan menyerahkan bantuan tanggap darurat. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga korban.
Baca Juga:
Tak Mau Ada Masalah di Kemudian Hari, Pemkab Sleman Kolaborasi dengan Kejari Kawal PembangunanPada kesempatan itu, Wawan menitipkan pesan tegas untuk seluruh warga Sleman. Ia meminta masyarakat ekstra waspada, terutama di tengah puncak musim kemarau saat ini. Kondisi lingkungan yang kering membuat benda lebih mudah tersulut api.
"Mewakili Pemkab Sleman kami memohon warga lebih peka dan berhati-hati. Kelengahan kecil bisa berakibat fatal merugikan banyak hal," pesan Wawan.
Ia meminta warga masyarakat membiasakan diri mengecek ulang potensi bahaya di rumah. Terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik, api, bahan bakar, dan tabung gas.
"Tolong pastikan kompor benar-benar mati selesai memasak. Cek kelayakan kabel listrik. Jangan pernah memindahkan bensin di dekat sumber panas atau api terbuka. Mari saling mengingatkan antar tetangga agar musibah seperti ini tidak perlu terjadi lagi," tegasnya. (*)