KETIK, MALANG – Polresta Malang Kota turun langsung ke sekolah-sekolah guna memperkuat pembinaan karakter serta pencegahan kenakalan remaja. Melalui program "Polisi Peduli Sekolah", Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi hadir langsung memberikan pembekalan kepada pelajar SMA Negeri 4 Kota Malang, Senin, 26 Oktober 2026.

Bersama Kasatreskrim dan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kombes Danang memberikan berbagai materi edukasi. Mulai dari mengenal bahaya kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, hingga perundungan.

Dirinya mengingatkan para pelajar untuk bijak menggunakan internet dan media sosial, selalu jaga kerahasiaan data pribadi, tidak sembarangan mengklik tautan, serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas.

"Sebagai seorang pelajar, harus cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi. Jangan mudah informasi yang belum jelas, jangan membagikan data pribadi, dan jangan terpancing info hoaks di media sosial," jelasnya.

Selain itu, bahaya penyalahgunaan narkotika juga turut menjadi sorotan utama karena dampaknya sangat fatal. Yaitu merusak kesehatan fisik dan mental, mengganggu konsentrasi belajar, serta merusak masa depan.

Baca Juga:
Operasi Patuh Semeru Digelar 14 Hari, Polresta Malang Kota Terapkan Tilang Manual

"Siswa harus berani menolak ajakan mencoba zat berbahaya tersebut. Segera minta bantuan guru atau polisi jika mengetahui terkait persoalan tersebut," terangnya.

Terkait perundungan, Kombes Danang menekankan bahwa tindakan tersebut sering dikemas dengan kedok candaan. Padahal, hal itu dapat memicu trauma, tekanan psikologis, serta menurunkan kepercayaan diri korban.

"Kami minta kepada para siswa untuk tidak menjadi pelaku bullying. Apabila menjadi korban, berani melapor ke guru atau polisi yang dapat memberikan perlindungan," ungkapnya.

Lewat program Polisi Peduli Sekolah, pihaknya berharap para siswa SMA Negeri 4 Kota Malang mampu menjaga nama baik sekolah melalui kedisiplinan, perilaku positif, serta prestasi baik jalur akademik maupun non akademik. Sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.

Baca Juga:
TPA Supit Urang Terbakar 15 Hektare, Pemkot Malang Kantongi Video Terduga Pelaku

"Jangan sampai masa depan rusak karena narkoba, bullying, balap liar, judi online maupun menyebarkan informasi hoaks di media sosial. Pikirkan akibatnya sebelum bertindak dan berani menolak ajakan yang merugikan," pungkasnya.