KETIK, MALANG – Fakultas Bio-Industri, Pertanian, dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) mendorong upaya rehabilitasi ekosistem mangrove, khususnya di Pesisir Wonorejo, Surabaya. Pasalnya, mangrove menjadi benteng alami bagi kawasan pesisir.

Dosen Program Studi Kehutanan FBiPK UB, Arif Delviawan, menjelaskan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi melindungi pantai dari abrasi dan intrusi air laut, tetapi juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

"Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan intrusi air laut, ekosistem mangrove juga memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon atau blue carbon," ujarnya, Jumat, 7 Agustus 2026. 

Cadangan karbon tersebut tidak hanya tersimpan dalam biomassa pohon mangrove, tetapi juga pada serasah dan sedimen tanah. Kondisi tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem dengan kapasitas penyimpanan karbon tertinggi.

Menurut Arif, rehabilitasi ekosistem mangrove juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa ekstrak buah mangrove jenis Sonneratia caseolaris atau bogem dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual.

Baca Juga:
Tes Kesehatan Dimulai, FBiPK Universitas Brawijaya Terima 1.300 Calon Mahasiswa Baru

"Ada Wahana Visi Indonesia yang berkolaborasi dengan UMKM Semanggi melatih sekitar 10 anggota UMKM. Mereka mampu memproduksi olahan kreatif berupa Sambal Mangrove, Mangrove Infuse Water, dan Nastar Mangrove," ujarnya.

Dalam mendukung rehabilitasi mangrove, FBiPK UB telah mengirim mahasiswa Program Studi Kehutanan untuk ikut menanam 10.000 bibit mangrove di Wonorejo, Surabaya, pada peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Kegiatan penanaman dilakukan menggunakan metode rumpun berjarak (cluster planting), yakni teknik penanaman yang bertujuan meningkatkan tingkat keberhasilan tumbuh mangrove melalui pengaturan jarak tanam yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan pesisir.

Baca Juga:
Gandeng PT Petrokimia Gresik, Mahasiswa FBiPK UB Dapat Pembekalan Efektivitas Sistem Rantai Pasok