KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang memberikan berbagai stimulus tarif transportasi selama libur sekolah dan periode Natal-Tahun Baru 2026.
Insentif tersebut berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisatawan dari luar Jawa Timur hingga mancanegara, sekaligus mendongkrak sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menilai kebijakan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas pasar wisata Kota Batu yang selama ini masih didominasi wisatawan domestik asal Jawa Timur.
“Kalau memang ada kebijakan seperti itu tentu kami sangat menyambut baik. Selama ini mayoritas wisatawan yang datang ke Kota Batu masih berasal dari Jawa Timur. Harapannya, dengan adanya stimulus transportasi ini, kunjungan wisatawan dari luar provinsi bahkan dari luar negeri bisa semakin meningkat,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batu mulai menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:
Kemarau Datang, BPBD Batu Antisipasi Kebakaran di Lereng Panderman dan ArjunoBerdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata, wisatawan asal Hong Kong dan Tiongkok menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan asing selama Mei 2026.
“Pada Mei lalu, wisatawan yang terpantau berasal dari Hong Kong dan Tiongkok mencapai sekitar 2.756 orang. Sementara wisatawan dari Malaysia tercatat sebanyak 1.926 orang. Angka itu baru sebagian dari total kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Kota Batu,” jelasnya.
Ia memperkirakan jumlah wisatawan asing yang datang ke Kota Batu sebenarnya bisa mencapai sekitar 5.000 orang apabila seluruh data kunjungan terakumulasi secara menyeluruh.
“Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah wisatawan dari Hong Kong maupun Tiongkok kemungkinan bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Karena itu kami optimistis peluang peningkatan kunjungan wisatawan masih sangat terbuka,” katanya.
Baca Juga:
Pemkot Batu Kebut Grand Design Smart Integrated Farming, Pembangunan Fisik Dimulai Tahun 2027Onny menambahkan, tren kunjungan wisatawan mancanegara saat ini mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya. Berdasarkan perhitungan sementara, peningkatannya berada pada kisaran 10 hingga 15 persen.
“Kalau dilihat dari jumlah kunjungan, kenaikannya kurang lebih sekitar 10 sampai 15 persen,” ungkapnya.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan apakah peningkatan kunjungan wisatawan asing tersebut berkaitan dengan faktor nilai tukar rupiah maupun kondisi ekonomi global.
“Kalau dikaitkan dengan pengaruh kurs rupiah, kami belum memiliki analisis khusus mengenai hal itu,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pemerintah pusat menyiapkan berbagai stimulus tarif transportasi pada Semester II Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas masyarakat, konsumsi domestik, dan aktivitas pariwisata.
Program tersebut difokuskan pada dua momentum utama, yakni masa libur sekolah Juni-Juli 2026 dan periode Natal serta Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Pada masa libur sekolah, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp190,5 miliar untuk memberikan diskon tarif transportasi darat dan laut kepada sekitar 3,07 juta penerima manfaat.
Masyarakat akan memperoleh potongan harga sebesar 30 persen untuk layanan kereta api dan kapal laut, serta diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan pada layanan penyeberangan feri.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama periode libur sekolah. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp472,7 miliar dengan target sekitar 2,3 juta penumpang.
Sementara pada periode Natal dan Tahun Baru, pemerintah kembali menyiapkan stimulus transportasi nonudara senilai Rp61,4 miliar yang ditargetkan menjangkau sekitar 2,87 juta pengguna jasa transportasi.
Untuk sektor penerbangan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp722 miliar melalui skema PPN DTP yang diperkirakan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 3,7 juta penumpang. (*)