KETIK, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menggelar rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-25 dengan Fun Walk dan Fun Run, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan Unitri selama 25 tahun dalam memberikan kontribusi melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, mengatakan bahwa usia ke-25 menjadi refleksi bagi Unitri untuk terus memaknai perjalanan panjang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Usia 25 atau usia perak ini menjadi refleksi dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi untuk memaknai perjalanan panjang dari kontribusi Tridharma," ujarnya.

Dalam kegiatan Fun Walk dan Fun Run tersebut, antusiasme peserta cukup tinggi. Panitia mencatat sekitar 200 lebih peserta mengikuti Fun Run, sementara Fun Walk diikuti lebih dari 300 peserta.

Baca Juga:
The Himana Hotel Malang Sedang Bertransformasi Besar, Simak Fasilitas Barunya!

Acara Fun Walk dan Fun Run di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. (Foto: Hanif/Ketik.com)

Fun Run ini dikatakan menggandeng komunitas pelari Malang dan masyarakat. Intinya, kata Dodi, ini untuk ajang berbagi sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat Malang Raya atas keberadaan Unitri.

"Kalau yang Fun Walk banyak warga sekitar. Ini menjadi bagian dari kontribusi sosial kita terhadap masyarakat sekitar," katanya.

Rangkaian Dies Natalis ke-25 Unitri sebelumnya juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, salah satunya perlombaan dan Bersih Desa yang melibatkan puluhan RT.

Baca Juga:
Wamendag Tinjau MAN 2 Kota Malang, Dorong Campuspreneur di Sekolah Garuda

Memasuki usia perak, Unitri diharapkan dapat meningkatan kualitas institusi, khususnya dalam bidang akreditasi dan penguatan hasil Tridharma agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Target 25 tahun jelas dari sisi akreditasi kita ingin menjadi lebih unggul. Namun, terpenting adalah bagaimana hasil-hasil Tridharma itu bisa dinikmati masyarakat, dimanfaatkan masyarakat lebih masif," pungkasnya. (*)