KETIK, PALEMBANG – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kota Palembang setelah sang ayah meninggal dunia pada Sabtu 3 Oktober 2026 pagi.

‎Keluarga menduga kondisi almarhum memburuk akibat paparan kabut asap pekat yang belakangan menyelimuti Kota Palembang dan sejumlah wilayah di sekitarnya.

‎Kisah pilu tersebut mencuat setelah salah seorang anggota keluarga menyampaikan pengaduan melalui akun Instagram @oypalembang. Dalam unggahan itu, keluarga mengungkap kondisi almarhum yang disebut mengalami sesak napas sebelum akhirnya meninggal dunia.

‎“Ayah saya meninggal min tadi pagi karena asap tebal sekali. Saya sampai tidak bisa berkata-kata,” ungkap salah seorang anggota keluarga, seperti dikutip dari unggahan tersebut.

‎Menurut keterangan keluarga, almarhum sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang diketahui. Namun, sejak kabut asap mulai menyelimuti wilayah tempat mereka beraktivitas, kondisi pernapasan almarhum disebut mengalami perubahan.

Baca Juga:
Eks Dirut Bongkar Kebijakan PT Semen Baturaja di Sidang Korupsi: “Tak Ada Pilihan, Produksi Harus Jalan”

‎Almarhum yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi juga lebih banyak beraktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut membuatnya disebut sering terpapar udara yang dipenuhi asap saat berada di jalan.

‎“Pagi tadi tidak terselamatkan, min. Sesak napas karena kabut asap ini. Beliau sempat marah-marah karena kabut asap sebelum wafat. Ayah saya tidak sakit, tapi semenjak kabut asap ini jadi mudah sesak napas,” ujar pihak keluarga.

‎Kabar meninggalnya almarhum kemudian menyebar di media sosial dan mengundang simpati warganet. Terlebih, kabut asap dalam beberapa hari terakhir juga dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan Palembang dan sekitarnya.

‎Meski demikian, hubungan langsung antara paparan kabut asap dengan penyebab kematian almarhum masih merupakan dugaan keluarga dan memerlukan keterangan medis untuk memastikannya.

Baca Juga:
Dituntut 5 Tahun Kasus Pengeroyokan, Kuasa Hukum Dito Prayoga Bongkar Sejumlah Kejanggalan

‎Bagi keluarga, peristiwa tersebut menjadi duka yang sulit dilupakan. Mereka berharap kondisi udara yang memburuk segera mendapat penanganan serius dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar asap.

‎Keluarga juga berharap hujan deras segera turun di wilayah Sumatera Selatan sehingga kabut asap dapat berkurang dan kondisi udara kembali membaik.

‎“Semoga hujan deras segera turun, supaya asap ini hilang dan tidak ada lagi yang menjadi korban,” harap keluarga.(*)