KETIK, MALANG – Peristiwa berdarah terjadi di Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Selasa (30/4/2024). Dua orang jadi korban pembacokan, diduga terlibat masalah rebutan lahan parkir.

Peristiwa pembacokan dan saling serang itu diketahui saat pertunjukan Bantengan atau mberot. Video kejadian berdarah itu juga heboh di media sosial.

Pada video amatir yang beredar, kedua warga tampak berdarah dan digotong oleh warga. Sedangkan warga lainnya tampak ada yang membawa senjata tajam atau sajam.

Kapolsek Wajak AKP Sumarsono membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan, peristiwa ini bukanlah tawuran, walaupun dari video yang beredar, peristiwa tersebut seakan-akan tawuran. 

"Kami sampaikan informasi awal bukan tawuran atau carok, tetapi masalah pribadi karena tidak terima ditegur masalah parkir," katanya.

Baca Juga:
‎Sumur Mengering Akibat Kemarau, Polres Malang Datang Bawa Ribuan Air untuk Puluhan Keluarga di Bantur

Masalah itu.sebenarnya sudah terjadi dua bulan yang lalu. Namun, ia belum bisa memastikan apakah lahan parkir yang menjadi biang kerok pembacokan ini adalah lahan di pasar atau di tempat lain.

Hingga kini, Polsek Wajak tersebut masih melakukan penyelidikan dan berupaya mengungkap kasus. Termasuk mengejar pelaku yang masih kabur. 

"Saat ini masih dalam penyelidikan dan ungkap kasus serta mencari pelaku. Perkembangan kami kabari," tutur Perwira Pertama atau Pama kepolisian dengan tiga balok di pundaknya tersebut.

Untuk korban sendiri, ia mengatakan memang benar ada dua orang. Antara lain Yudi (42) dan Sutomo (45). Yudi dikatakan mengalami luka bacok yang cukup parah. 

Baca Juga:
Stafsus ‎KSP Pantau MBG di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Wajibkan Test Food Cegah Keracunan ‎

Ia dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Wajak Husada. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang. "Sedangkan Sutomo dirawat di Puskesmas Wajak," tuturnya. (*)