KETIK, BREBES – Gejolak internal Partai Demokrat Kabupaten Brebes kian terbuka. Penetapan Asrofi sebagai Ketua DPC Demokrat Brebes periode 2026-2031 oleh DPP memicu penolakan keras dari akar rumput.

Tujuh Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) memilih mengundurkan diri dan menyatakan vakum. Mereka menilai proses penetapan cacat hukum dan tidak melalui mekanisme kaderisasi yang semestinya.

Tujuh PAC tersebut berasal dari Kecamatan Wanasari, Tanjung, Tonjong, Sirampog, Bulakamba, Songgom, dan Kersana.

Tak hanya mundur, aksi protes berlanjut dengan penyegelan Kantor DPC Demokrat Brebes pada Kamis siang, 22 Oktober 2026. Gerbang kantor dipasangi bambu dan digembok sebagai simbol penolakan terhadap SK DPP.

" Hari ini kami mengundurkan diri. Ada tujuh ketua PAC yang mundur dan kami menyatakan vakum di Partai Demokrat," kata Agus, salah satu kader yang mundur, Kamis siang.

Menurut Agus, penolakan bukan soal figur, melainkan proses.

"Kami tahu Demokrat adalah partai organisasi. Kami menolak karena yang menjadi pimpinan bukan orang kader Demokrat dan tidak melalui tahapan," tegasnya.

Asrofi: SK Tidak Tiba-tiba, Ada Tahapan Muscab

Menanggapi itu, Asrofi menegaskan SK DPP tidak terbit secara tiba-tiba. Semua melalui tahapan resmi, mulai Muscab di Semarang hingga verifikasi di DPP.

"Terbitnya SK dari DPP itu bukan sekonyong-konyong keluar SK. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, mulai dari Muscab yang diselenggarakan di Semarang," kata Asrofi.

Ia menjelaskan, sejak awal pendaftaran panitia mengakomodir non kader untuk mendaftar sebagai calon ketua DPC.

"Ketentuan tersebut telah menjadi bagian dari prosedur yang disampaikan sejak tahapan pendaftaran," jelasnya.

Panitia juga melakukan verifikasi berjenjang sesuai AD/ART, termasuk verifikasi dukungan faktual PAC dan DPD. Di pleno Muscab, mengerucut dua nama calon ketua: Opy Ropiah dan Asrofi.

"Dengan segala pertimbangan dan verifikasi menyeluruh, baik dari DPD provinsi maupun PAC, semua sudah kita lalui hingga akhirnya saya ditetapkan sebagai Ketua DPC 2026-2031," ungkapnya.

Asrofi menyayangkan sikap pihak yang sebelumnya mengikuti Muscab namun baru mempersoalkan hasil setelah SK terbit.

Meski ditolak, Asrofi menyatakan akan merangkul semua pihak demi target politik.

"Target kami meningkatkan perolehan kursi Demokrat di DPRD Kabupaten Brebes menjadi delapan kursi pada Pileg mendatang," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Resmi Kantongi SK DPP, Asrofi: Terpilih Jadi Ketua DPC Demokrat Brebes Lewat Muscab yang Sah
Baca Juga:
Dilantik Ketua DPC Demokrat Brebes, Asrofi Siap Rangkul Semua Elemen dan Besarkan Partai