KETIK, MALANG – Untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berjalan optimal, Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan terjun langsung melakukan penyisiran, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia menyisir ke wilayah Blok Pusung Lingker tepatnya di bawah P30 yang terletak di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Penyisiran dilakukan untuk mengecek kondisi terkini di lapangan, sekaligus memastikan sisa bara api di titik bekas kebakaran benar-benar padam. 

"Meski lokasinya berada di medan terjal, namun itu bukan halangan. Kami harus memastikan secara langsung, bahwa bara yang masih tersisa sudah padam dan tidak mengakibatkan terjadinya titik api baru ataupun susulan," jelas pria yang juga menjabat sebagai Danrem 083/Baladhika Jaya tersebut.

Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya sekaligus Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan saat terjun langsung menyisir Blok Pusung Lingker tepatnya di bawah P30 yang terletak di Desa Ngadirejo Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, Senin, 17 Agustus 2026 (Foto : Istimewa)

Memasuki hari ke-15, luas wilayah yang terdampak kebakaran tercatat mencapai 1.121,66 hektare. Dengan rincian Argowulan 75,61 hektare, Bantengan Wetan 843 hektare, serta wilayah Dingklik, Pakis Bincil, Mungal dan Kedalu seluas 203,05 hektare.

Baca Juga:
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung: Kemerdekaan Harus Dirawat dengan Kebersamaan

"Secara umum, karhutla di wilayah TNBTS sudah dapat dipadamkan sejak Jumat lalu. Namun, penanganan lewat personel di darat tetap dilakukan secara intensif sebagai langkah mitigasi serta memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan," terangnya. 

Pihaknya kembali menegaskan, bahwa keberhasilan pemadaman bukan hanya ditandai dengan hilangnya kobaran api. Tetapi juga harus dipastikan bara dan asap yang berada di bekas lahan terbakar padam sepenuhnya. 

"Dalam penanganan karhutla di kawasan TNBTS, kami selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan unsur stakeholder terkait. Operasi pemadaman dan pembasahan terus dilakukan, hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Pimpin Doa HUT ke-81 RI di Grahadi, Kakanwil Kemenag Jatim Ajak Doakan Korban Gempa NTT