KETIK, SURABAYA – Asrama Haji Embarkasi Surabaya memperketat pengawasan setelah adanya insiden seorang Jemaah Calon Haji (JCH), kabur pada Kamis, 7 Mei 2026 malam.

Pihak Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memaksimalkan pengawasan melalui kamera CCTV yang terdapat di 78 titik.

"Pengawasan kami perketat melalui CCTV di berbagai titik untuk memantau pergerakan jemaah," kata Kabid Akomodasi PPIH Embarkasi Surabaya, Fentin Istifa'iyah pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Lanjutnya, kamera pengawas itu berada di pintu masuk, gedung penginapan jemaah, jalur portal timur dan barat, hingga akses menuju rumah sakit haji, dan jalur khusus ambulans.

Pengetatan ini ditekankan saat proses keberangkatan JCH, saat keluar kamar hingga masuk ke dalam bus. PPIH ingin memastikan seluruh JCH masuk ke bus.

Baca Juga:
Perkuat Program Keluarga dan Pendidikan, Kadindik Jatim Terima Audiensi BKKBN untuk Lanjutkan Kolaborasi Strategis

“Terutama saat proses keberangkatan agar jamaah tidak terpisah dari rombongan dan kejadian yang tidak diinginkan bisa dicegah,” katanya.

Selain memantau pergerakan jemaah, petugas juga mengawasi area gudang penyimpanan barang untuk mengantisipasi kehilangan barang bawaan JCH.

Sebagaimana diketahui, salah satu calon jemaah haji yang kabur berasal dari kloter 62 asal Jombang. JCH itu diketahui bernama Mualliful Karim berusia 59 tahun. 

Ia diketahui mencoba kabur karena ingin satu kamar dengan istrinya. Beruntung tim KBIH-nya langsung tanggap menangani dan langsung dibawa ke RS Menur untuk dilakukan observasi. (*)

Baca Juga:
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Konsumsi Jemaah Haji, Pastikan Menu Nusantara dan Distribusi Tepat Waktu