KETIK, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, atau yang akrab disapa Cak Nur, kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Batu untuk periode 2026-2031. Keputusan tersebut menjadikan Cak Nur sebagai satu-satunya kepala daerah aktif di Jawa Timur yang dipercaya menakhodai DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Penetapan itu merupakan bagian dari keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang mengumumkan 38 calon Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB se-Jawa Timur periode 2026-2031. Pengumuman dilakukan secara virtual oleh Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Proses penentuan ketua DPC tersebut berlangsung cukup panjang. Para kandidat terlebih dahulu mengikuti tahapan Musyawarah Cabang (Muscab) hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan dalam dua gelombang.
Meski telah diumumkan, status 38 nama yang ditetapkan DPP PKB masih sebagai calon ketua definitif. Kepastian pengangkatan menunggu terbitnya surat keputusan (SK) resmi sekaligus pelantikan pengurus baru.
Berhasil Antar PKB Menang Pemilu Kota Batu
Baca Juga:
Siap-Siap! Respons SE Mendagri, Pemkot Batu Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Balai KotaKepercayaan DPP PKB kepada Cak Nur tidak lepas dari rekam jejak politiknya selama memimpin PKB Kota Batu pada periode sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya, PKB berhasil menjadi partai pemenang Pemilu Legislatif Kota Batu. Partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang tersebut meraih 27.170 suara dan mengamankan enam kursi di DPRD Kota Batu.
Capaian itu memperkuat posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Batu, sekaligus menjadi modal penting menghadapi berbagai kontestasi politik berikutnya.
Kesuksesan politik tersebut berlanjut pada Pilkada Kota Batu 2024. Berpasangan dengan Heli Suyanto, Nurochman berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 65.684 suara sah, yang mengantarkannya menjadi Wali Kota Batu.
Perjalanan Panjang dari Honorer
Baca Juga:
PHRI Kota Batu Siapkan Strategi Sambut Libur Sekolah, Andalkan Paket Bundling Hotel dan WisataPerjalanan politik Cak Nur tidak dibangun secara instan. Jauh sebelum menduduki kursi kepala daerah, ia pernah bekerja sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batu pada periode 2007 hingga 2013.
Setelah meninggalkan status honorer, Nurochman mulai terjun ke dunia politik. Namun, langkah awalnya tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengalami kegagalan dalam dua kali pemilihan anggota DPRD Kota Batu dan juga gagal dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Sumberejo.
Meski demikian, berbagai kegagalan tersebut tidak menghentikan langkahnya. Kerja politik yang konsisten akhirnya membuahkan hasil ketika ia berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kota Batu, sekaligus menjabat Wakil Ketua II DPRD Kota Batu periode 2014-2019.
Karier politiknya terus menanjak. Pada periode 2019-2024, Cak Nur kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat dan menduduki jabatan Wakil Ketua I DPRD Kota Batu. Puncak perjalanan politiknya terjadi pada Pilkada 2024 ketika ia berhasil memenangkan pemilihan dan dipercaya memimpin Kota Batu sebagai wali kota.
Selain memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan politik, Cak Nur juga menempuh pendidikan formal hingga jenjang magister. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di MAN 2 Malang pada tahun 1988. Setelah itu, Cak Nur melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Malang (Unisma), meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 2018 dan menyelesaikan program Magister Hukum pada tahun 2021.(*)