KETIK, BATU – Puluhan sopir angkot di Kota Batu cemas akan adanya bus Trans Jatim yang akan beroperasi beroperasi pada akhir November 2025 ini.

‎Kecemasan tersebut terutama dirasakan oleh Sopir angkot jurusan Batu-Junrejo-Landungsari karena akan menggerus penumpang mereka karena rute yang sama.

‎‎Koordinator sopir angkot jalur BJL, Mulyono, menegaskan bahwa Trans-Jatim berpotensi mengalihkan minat penumpang dari angkot ke transportasi baru tersebut.

‎‎"Karena koridor Kota Batu kan melewati trayek yang sama dengan Angkot jurusan BJL. Otomatis penumpang kami berkurang," katanya, Kamis 6 November 2025.

‎‎Saat ini Angkot Batu melayani 9 trayek untuk penumpang umum. Namun, kondisinya penumpang sangat sepi. Masyarakat saat ini lebih memilih menggunakan ojek online atau mengendarai kendaraan pribadi.

Baca Juga:
Program Tora, Giri Murti Tlekung Jadi Pusat Agroforestri dan Wisata Edukasi

‎Mulyono menegaskan, pihaknya mendesak pemerintah agar seluruh armada BJL dialihkan menjadi bagian dari program Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis) milik Pemkot Batu.

‎"Saat ini hanya 9 dari 22 unit angkot aktif yang telah bergabung dalam program Apel Gratis. Sisanya, 13 unit belum terserap sehingga berpotensi kehilangan penghasilan jika Trans-Jatim mulai beroperasi," jelasnya.

‎Desakan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu dan perwakilan sopir jalur BJL pada Senin 3 November 2025 lalu.

‎Langkah itu dinilai sebagai solusi konkret untuk menghindari dampak ekonomi bagi sopir sekaligus memperkuat layanan transportasi pelajar.

Baca Juga:
DPUPR Kota Batu Matangkan Proyek Strategis, Fokus Konektivitas dan Kenyamanan Infrastruktur

“Kami berharap semua armada bisa dialihkan ke Apel Gratis. Ini langkah yang paling realistis,” tegasnya.

‎Kabid Angkutan Dishub Kota Batu Hari Juni Susanto menyatakan, pihaknya masih akan mempertimbangkan usulan para sopir tersebut. Hal itu sambil menunggu hasil forum group discussion (FGD) bersama Dishub Jatim.

‎Dishub akan mengundang koordinator sopir dari sembilan jalur serta perwakilan Organda untuk membahas kedua isu tersebut. 

‎"Tentunya usulan para sopir angkot BJL menjadi armada Apel Gratis masih akan dikaji lebih lanjut. Intinya pemerintah ingin tidak ada yang dirugikan dari program tersebut," jelasnya. (*)