KETIK, MALANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang menyelenggarakan pertemuan rutin sebagai ruang diskusi dalam pengembangan pariwisata Kota Malang, Selasa, 15 September 2026 di Hotel Gajahmada Graha.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terkait Kota Malang yang diupayakan tak hanya menjadi kota transit bagi wisatawan tetapi juga memberikan atraksi-atraksi yang memikat.

Pertemuan rutin PHRI Kota Malang kali ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, S.STP, M.SI. Ia menyampaikan bahwa kondisi pariwisata Kota Malang saat ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, bukan hanya pentahelix tetapi sudah menjadi hexahelix. 

"Bapak,Ibu sekalian, kita ada kolaborasi namanya pentahelix, tapi di Kota Malang, kita sudah menambah satu pak, menjadi hexahelix. Yang pertama, yaitu pemerintah, yang kedua adalah akademisi, yang ketiga adalah komunitas, yang keempat lelaku usaha, yang kelima media, yang terakhir, lembaga keuangan," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memiliki cita-cita dengan nama Desa Bhakti dengan Menciptakan Malang Nyaman dan program unggulan. 

Baca Juga:
TPS Jatimulyo Malang Terbakar, Diduga Pemicunya Puntung Rokok

Kota Malang memang berbeda dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang yang memiliki beberapa destinasi wisata incaran wisatawan. Meski demikian, Pemerintah Kota Malang terus gencar dalam menghadirkan wisatawan untuk bermalam di Kota Malang dengan berbagai event.

Arif juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan akademisi menjadi salah satu hal terpenting. Menurutnya, masukan dari para akademisi dapat memberikan solusi berdasarkan penelitian. Para dosen dari jurusan pariwisata nantinya akan memberikan langkah-langkah dalam memajukan pariwisata Kota Malang.

"Kemarin ada beberapa yang saya berbincang dengan dosen kalian di sana, mungkin dari jurusan pariwisata. Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan? Mungkin nanti di pemandu wisata yang ada di tempat-tempat seperti di Kayutangan diberikan pelatihan untuk bahasa asing. Ini sangat membantu dari promosi wisata kita," jelas Arif.

Selain itu, video promosi pariwisata Kota Malang juga masih belum maksimal. Ia memberikan masukan untuk membuat video "One Day in Malang" yang nantinya bisa ditayangkan di tengah Kota Malang. Sehingga, para wisatawan bisa melihat berbagai destinasi unggulan Kota Malang.

Baca Juga:
Terungkap! Alun-Alun Merdeka Kota Malang Pernah Dipadati 200 Ribu Massa PKI Jelang Pemilu 1955

Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengungkapkan bahwa kehadiran Kadis Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, S.STP, M.SI., adalah untuk menunjukkan bahwa PHRI Kota Malang juga bagian dari kepariwisataan Kota Malang. 

Selain itu, para anggota PHRI Kota Malang juga dapat mengetahui visi misi dari Arif Tri Sastyawan, di mana Kota Malang bukan kota transit. Menurutnya, Kota Malang harus memiliki kreasi yang bisa memikat wisatawan. 

"Teman-teman biar tahu visi-visinya beliau, karena banyak hal yang mau disampaikan karena beliau punya program yang maunya, kita ini bukan kota transit ya," jelas Agoes Basoeki.

Agoes Basoeki mengungkapkan bahwa banyak wisatawan yang datang ke Kota Malang untuk bermalam namun berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang. Menurutnya ini menjadi keuntungan bagi Kota Malang. Namun, ia juga mendorong untuk Kota Malang bisa berkreasi dengan atraksi-atraksi yang bisa menarik wisatawan.

"Walaupun silahkan menganggap kota transit, tapi kita bisa berkreasi sendiri transit itu betul-betul sesuatu yang sudah alami, orang mau ke Bromo, transitnya harus ke sini, kita harus syukur tapi kita bagaimana membuat tinggalnya, length of stay-nya tidak 1-2 hari, kalau bisa 3-4 hari gitu, sehingga kita harus buat atraksi-atraksi atau kehidupan wisata yang supaya bisa tahan di Kota Malang," pungkasnya.

Melalui pertemuan rutin PHRI Kota Malang yang menghadirkan pihak Pemerintah Kota Malang, pariwisata di kota pendidikan ini bisa terus berkembang dan maju bersama kolaborasi dari banyak sektor.(*)