KETIK, BANGKALAN – Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Madura. Kali ini, lembaga tersebut menjalin sinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bangkalan untuk mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para takmir dan imam masjid.

Kolaborasi tersebut diawali melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung di kediaman Tavip, Ketua Takmir Masjid Mubarok Pangeranan Bangkalan.

Acara tersebut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Indriyatno bersama Sekretaris DMI Kabupaten Bangkalan Djajus Sajuti, S.H., M.H.

Dalam kesempatan itu, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengurus dan imam masjid yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Indriyatno menegaskan bahwa takmir dan imam masjid juga memiliki risiko saat menjalankan tugasnya, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan yang memadai melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:
Pekerja Informal Masih Dominasi Dunia Kerja, Perlindungan Sosial Dinilai Belum Adaptif

Menurutnya, kerja sama dengan DMI menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran para pengurus masjid tentang manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Melalui sinergi ini kami ingin memastikan para takmir dan imam masjid memahami pentingnya perlindungan kerja. Dengan adanya jaminan sosial, mereka dapat menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih tenang dan merasa terlindungi,” ujar Indriyatno. Minggu 14 Juni 2026.

Ia menambahkan, potensi pengembangan kepesertaan di Bangkalan cukup besar. Dengan jumlah masjid yang diperkirakan mencapai sekitar 1.000 unit yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, program ini dinilai mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Sementara itu, Sekretaris DMI Kabupaten Bangkalan, Djajus Sajuti, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perhatian kepada para penggerak kegiatan keagamaan di masjid.

Baca Juga:
Dukung Penguatan Perlindungan Pekerja Koperasi, Ini yang Dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Madura

Menurutnya, sosialisasi tersebut menjadi sarana penting untuk menyebarluaskan informasi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus masjid di berbagai kecamatan.

“DMI mendukung penuh langkah ini. Kami berharap semakin banyak takmir dan imam masjid yang memahami manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dan memperoleh perlindungan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Madura dan DMI Kabupaten Bangkalan optimistis informasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih luas. Dengan demikian, para takmir dan imam masjid di Bangkalan dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi saat menjalankan aktivitasnya. (*)