KETIK, SURABAYA – Sebanyak 388 turis atau wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dalam setiap bulannya. Hal ini diketahui dari data rata-rata kunjungan dilakukan selama 8 bulan, Januari-September 2026.
Sedangkan jumlah wisatawan domestik (wisdom) berkisar 1.868 orang telah melakukan kunjungan dalam kurun waktu yang sama setiap bulannya.
“Rata-rata kunjungan wisman ke Masjid Al-Akbar memang di kisaran 300-400 orang per-bulan, karena itu kami memiliki ‘Al-Akbar Tourism Center’/ATC (pusat turis) yang diresmikan Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa pada 30 April 2025 untuk melayani mereka,” Ujar Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS Dr KHM Sudjak.
Menjelang 26 tahun MAS, Presiden KH Abdurrahman Wahid/Gus Dur telah meresmikan MAS pada 10 November 2000. Ia menjelaskan bahwasanya wisman selama Januari - September mencapai 3.499 /388 setiap bulannya, data ini ia dapatkan dari Anas Choiri selaku Kepala Urusan Wisata Religi MAS di ATC.
“Kalau data wisdom di ATC tercatat 30.560 orang atau rata-rata 1.868 wisdom per-bulan selama 2026. Untuk wisman itu mayoritas dari China dan Taiwan, tapi wisman Eropa, Amerika, dan Australia juga tidak sedikit, khususnya saat musim libur di negara mereka. Kalau wisman dari Asia itu datang tanpa mengenal liburan,” ujar Anas Choiri.
Baca Juga:
Jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya Donasikan Rp7 Juta untuk Korban Bencana di NTTSecara rinci, Anas Choiri juga menyebutkan data wisman selama Januari-September 2026 di ATC MAS . Bulan Januari (373 turis), Februari (401), Maret (189), April (191), Mei (357) Juni (357), Juli (472), Agustus (505), dan September (654).
Sehingga jumlah keseluruhan adalah 3.499 turis atau 388 turis setiap bulan. Untuk wisdom ada 30.560 orang atau 1.868 orang setiap bulannya. Sudjak menjelaskan mengenai daya tarik wisman Masjid Al - Akbar terdapat dua faktor yakni faktor fisik dan non-fisik.
Faktor fisik berkaitan dengan sejumlah arsitektur Masjid Al-Akbar, turis mengaku kagum dengan kubah yang jumlahnya ada lima kubah besar dan enam kubah kecil yang semuanya tanpa tiang.
“Secara fisik, para wisman itu tertarik dengan masjid yang memiliki banyak kubah, tapi justru tidak banyak pilar, sehingga teknologi arsitekturnya cukup baik. Tidak hanya fisik, Masjid Al-Akbar secara non-fisik juga sangat ramah dengan semua, mulai anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, lanjut usia, hingga difabel, yang difasilitasi dengan taman,” ujarnya.
Baca Juga:
Kemarau Panjang, Ratusan Jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya Ikuti Salat Istisqa’Selain itu, secara non-fisik, Masjid Al-Akbar juga, ramah dengan non-muslim. Adanya apresiasi yang membanggakan dari masyarakat mancanegara itu menguatkan kesan bahwa Islam di Indonesia itu toleran. Konsepnya tetap di seputar peran masjid sebagai ‘rahmatan lil alamin’ (multi dimensi).
Sejak tahun 2010, Masjid Al-Akbar memadukan konsep keyakinan, pengetahuan, dan budaya atau disebut dengan (Where Faith, Knowledge, and Culture Meet) mulai dengan Studio Dakwah Digital, Interior Tour (Ukiran, Kaligrafi, Tata Lampu), Perpustakaan dan Pojok Baca Digital (POCADI), virtual tour (tour secara digital/turis daring).
Selanjutnya, ada “POHON INOVASI” mulai tahun 2019, diantaranya Taman Edupark (2019), taman urban farming (2020), Taman Asmaul Husna (2020), Menara 99m (2020), Green Toilet (2021) memiliki 539 Kran Wudhu “green” yang merupakan air wudhu ditampung untuk sirami tanaman pada sejumlah taman yang ada.
Kemudian ada Air Mancur (2022) di pintu sisi timur untuk spot foto instagrammable, dan Ballroom untuk kegiatan publik/eksternal (2022).
Inovasi berikutnya, Green House atau Taman Melon (2022), Taman Peradaban atau ikon provinsi (2023), BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) untuk UMKM Halal (2023), dan Toilet VIP Difabel (2026).
Terkait GENZI (Generasi Z Islami), ada Majelis Subuh GenZi (MSG/2023), Taman GenZI (2023), Remas & GenZi MAS (18/5/2024), Al Akbar Muallaf Center (2024), ATC (30/4/2025), Al-Akbar Sport Center/ ASC (28/6/2025), Al-Akbar Ngaji Soccer (20/7/2025), dan Majelis Sholawat Al-Akbar (2026). (*)