KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman kampus barat Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Tulungagung, Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, Kamis, 21 Mei 2026. Madrasah tersebut sukses menggelar prosesi Haflah Akhirussanah sekaligus Akhirusanah (Pelepasan) bagi 344 santri dan santriwati kelas IX yang telah menyelesaikan masa studinya.
Acara yang ditata apik di area terbuka madrasah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir di barisan undangan kehormatan: Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung; Ketua Pokjawaskemenag Kabupaten Tulungagung, Dr. H. Syafi'ul Anam, M.Ag.; serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kalidawir, di antaranya Camat Kalidawir Rusdianto, S.S.T.P., M.M., Kapolsek Kalidawir Iptu Bambang Kurniawan, dan Danramil Kalidawir Kapten Inf. Budi Irianto.
Selain itu, kehadiran Kepala Desa Tunggangri yang diwakili oleh Ibu Sri Rejeki, Kepala Desa Tanjung Bapak Imam Mahmudi, S.Pd., Kepala UPTD Puskesmas Kalidawir, Kepala SDN 1 Tanjung Kalidawir Ibu Wiwik Dwi Susanti, serta Kepala MIN 1 Tulungagung (MIN 1 Kalidawir) semakin menambah kehangatan momentum tersebut. Di tengah ratusan wali santri yang hadir, tampak pula mantan Kepala MTsN 2 Tulungagung periode terdahulu, Bapak Dr. H. Muh. Asrofi, M.Pd. (Kepala Madrasah periode 2018–2022) dan Bapak Dr. H. Khamim Thohari, M.Ag. (periode 2022–2024).
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Kepala MTsN 2 Tulungagung, Moch. Zen Ma'arif, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya yang mendalam atas kelulusan seluruh siswa kelas IX tahun ini.
"Atas nama keluarga besar MTsN 2 Tulungagung, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh siswa kelas IX yang pada hari ini telah menyelesaikan pendidikan di madrasah tercinta ini. Anak-anakku, hari ini bukanlah akhir dari perjalanan kalian, melainkan awal langkah menuju masa depan yang lebih luas," tutur Moch. Zen Ma'arif di hadapan para santri dan wali santri.
Baca Juga:
DPRD dan Pemkab Tulungagung Sepakat! 5 Perda Baru Disahkan, Pansus Strategis Langsung DibentukBeliau juga mengingatkan memori tiga tahun lalu saat para orang tua memercayakan anak-anak mereka untuk dididik di madrasah tersebut.
"Tiga tahun yang lalu kalian datang sebagai peserta didik baru dengan berbagai harapan dan cita-cita. Hari ini kalian berdiri dengan pengalaman, ilmu, serta bekal akhlakul karimah yang telah ditanamkan selama belajar di MTsN 2 Tulungagung," ucapnya.
"Jagalah nama baik almamater ini, teruslah belajar, hormati orang tua dan guru, serta jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat," pesannya dengan nada haru.
Lebih lanjut, Moch. Zen Ma'arif menegaskan filosofi kesuksesan sejati yang harus dipegang teguh oleh para lulusan. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari tingginya jabatan, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu menjaga iman, akhlak, dan memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Hadiri Ketoprak Tirto Budoyo di Gamping, Kades Malah Absen"Hari ini, dengan rasa bangga dan penuh syukur, kami kembalikan putra-putri Bapak dan Ibu sekalian dalam keadaan yang lebih matang, berilmu, dan berkarakter," ujarnya.
"Angka 344 Santri ini bukan sekadar jumlah, melainkan 344 potensi hebat yang siap mewarnai masa depan bangsa," imbuhnya dengan haru.
"Kami berharap, ilmu agama dan umum yang telah diserap oleh anak-anak selama belajar di sini bisa menjadi pondasi yang kokoh bagi mereka untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis," pungkasnya.
Sinergi dan prestasi madrasah ini pun terbukti nyata. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, MTsN 2 Tulungagung berhasil memborong total 152 prestasi di berbagai ajang.
Salah satu momen paling mengharukan dalam sesi penganugerahan siswa berprestasi adalah saat penghargaan diberikan kepada Diyazauz Zifana Ashifatun Najwa. Di tengah keterbatasan fisik (disabilitas), santriwati tangguh ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang dengan sukses menyabet gelar juara pada Olimpiade IPA.
Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini ditutup dengan pengalungan samir kepada 344 santri lulusan yang terbagi dalam 11 kelas.
Prosesi dilanjutkan dengan pementasan Tari Reog Kendang oleh para santri dan santriwati madrasah, lalu diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, diiringi isak haru dan bahagia dari para santri, ustaz-ustazah, serta orang tua yang menyaksikan putra-putrinya bersiap melangkah ke babak baru kehidupan mereka. (*)