KETIK, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah satuan pendidikan modern yang dirancang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan berstandar internasional yang dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Budi Santoso, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembangunan sekolah unggulan nonasrama tersebut di atas lahan seluas 27,3 hektare.
“Untuk mendukung pembelajaran berkelas dunia, Sekolah Nasional Terintegrasi ini dirancang dengan fasilitas yang modern,” ujar Budi Santoso, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, konsep pendidikan yang diterapkan akan berfokus pada pengembangan kompetensi siswa melalui pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art and Sports), sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca Juga:
Bernilai Rp1.100 Triliun, Lima Bank Pelat Merah Ini Diminta Tak Hanya Kejar Laba“Fokus pembelajaran mencakup bidang STEAMS. Siswa siswi nantinya tidak akan dipungut biaya untuk sekolah di sini,” katanya.
Budi menjelaskan, sekolah tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi hampir miskin, pas-pasan, hingga cukup, sehingga kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SNT akan mengintegrasikan tiga jenjang pendidikan sekaligus dalam satu sistem manajemen dan tata kelola pendidikan.
“Konsep SNT akan mengintegrasikan tiga jenjang pendidikan sekaligus dalam satu manajemen tata kelola, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” jelasnya.
Baca Juga:
Mentan: Stok Beras 12,5 Juta Ton, Pangan Aman 10 Bulan ke Depan Hadapi El Nino GodzillaUntuk menunjang proses pembelajaran, kawasan sekolah akan dilengkapi berbagai fasilitas modern berstandar internasional.
Salah satu fasilitas unggulan yang akan dibangun adalah Smart Classroom dan Green School yang dirancang ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta mendukung metode pembelajaran masa depan.
Selain itu, sekolah juga akan memiliki World-Class Laboratories yang mencakup laboratorium Biologi, Fisika, Kimia, Bioteknologi, laboratorium Komputer dan Artificial Intelligence (AI), hingga laboratorium Bahasa.
Fasilitas literasi juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan sekolah tersebut. Pemerintah menyiapkan Future Library and Learning Commons yang dirancang menyesuaikan kebutuhan setiap jenjang pendidikan.
Untuk tingkat SD, perpustakaan akan dipadukan dengan ruang bermain dan belajar. Sementara untuk siswa SMP dan SMA, tersedia akses e-journal global serta ruang co-working yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat diskusi dan pengembangan ide.
“Perpustakaan SMP-SMA nanti disediakan akses e-journal global serta ruang co-working untuk diskusi siswa,” ujar Budi.
Pengembangan bakat nonakademik juga mendapat porsi besar dalam rancangan sekolah tersebut. Pemerintah akan membangun Creative Arts and Studio yang terdiri dari studio musik tradisional dan modern, studio seni rupa, hingga studio tari dan teater.
Di bidang olahraga, siswa akan mendapatkan fasilitas International Sport Center yang mencakup gedung olahraga multifungsi untuk tenis, bulu tangkis, dan voli, lapangan sepak bola dengan jogging track, lapangan basket, hingga kolam renang berstandar internasional.
Tak hanya fokus pada pendidikan formal, kawasan sekolah juga akan menyediakan area khusus untuk pelatihan pertanian dan peternakan sebagai sarana pengembangan keterampilan praktis bagi siswa.
Menariknya, pemerintah juga merancang sistem transportasi ramah lingkungan berupa bus listrik yang akan digunakan sebagai sarana antar jemput siswa.
“Sekolah ini nanti juga dilengkapi dengan fasilitas kendaraan atau bus listrik sebagai sarana antar-jemput siswa,” ungkapnya.
Menurut Budi, keberadaan bus listrik tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendukung konsep sekolah modern yang ramah lingkungan.
Ia optimistis Sekolah Nasional Terintegrasi akan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Indonesia yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Dengan berbagai fasilitas ini, Sekolah Nasional Terintegrasi di Cilacap diharapkan menjadi pusat pendidikan modern yang mampu mencetak SDM unggulan, berdaya saing global, sekaligus memiliki keterampilan sesuai kebutuhan masa depan,” pungkasnya.(*)