KETIK, BANGKALAN – Bentrokan antar dua kelompok warga di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang berakhir dengan insiden penembakan diduga dipicu persoalan sepele.
Peristiwa tersebut berawal dari teguran terkait sebuah mobil yang diparkir di badan jalan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang warga bernama Mustofa menegur pengemudi mobil karena kendaraannya dinilai menghalangi arus lalu lintas.
Namun, teguran tersebut justru memicu adu argumen hingga nyaris berujung keributan.
Warga sekitar sempat turun tangan untuk melerai sehingga kedua belah pihak memilih meninggalkan lokasi dan kembali ke desa masing-masing. Situasi yang semula mereda ternyata tidak berlangsung lama.
Beberapa saat kemudian, pengemudi mobil kembali ke lokasi bersama rombongannya menggunakan sekitar lima kendaraan. Kedatangan mereka memicu bentrokan dengan kelompok warga Desa Berbeluk.
Baca Juga:
Rebutan Tapal Batas Desa, Warga Adan dan Pante Geulumpang di Abdya Nyaris BentrokDalam kericuhan itu, kedua kubu diduga saling menyerang menggunakan senjata tajam. Bahkan, salah satu pihak diduga melepaskan tembakan menggunakan senjata api.
Akibatnya, seorang warga berinisial BM yang berusaha menghentikan bentrokan justru menjadi korban. Ia mengalami luka tembak pada bagian kaki dan punggung sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain menimbulkan korban luka, bentrokan juga berujung pada aksi perusakan. Dua mobil milik warga mengalami kerusakan, termasuk kendaraan milik Mustofa yang sebelumnya terlibat perselisihan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polres Bangkalan langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga:
Polres Bangkalan Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi, Lima Tersangka DiamankanSejumlah saksi juga dimintai keterangan guna mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi para pelaku.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa selongsong peluru dan dua bilah senjata tajam yang diduga digunakan saat bentrokan berlangsung.
Mustofa mengaku telah menyampaikan seluruh kronologi yang diketahuinya kepada penyidik Polres Bangkalan.
"Sudah saya ceritakan ini ke kepolisian dari Polres. Seperti itu ya. Sudah saya ceritakan di BAP. Sudah saya ceritakan semuanya. Saya enggak memastikan, cuma sekilas ada lima mobil. Yang dirusak mobil saya dan mobil kakak saya," ujar Mustofa. Senin 27 Juli 2026.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk pelaku yang diduga melepaskan tembakan.
"Guna mengantisipasi bentrokan susulan, aparat TNI dan Polri disiagakan di Desa Berbeluk. Sementara dua mobil yang mengalami kerusakan telah diamankan ke Mapolres Bangkalan sebagai barang bukti penyidikan," tegas AKP Eriek.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut sembari terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab dan pelaku insiden yang sempat menggegerkan warga Arosbaya.(*)