KETIK, MALANG – Maraknya penggunaan kendaraan pribadi khususnya oleh pelajar menjadi salah satu pemicu kemacetan di Kota Malang. Melalui program angkutan pelajar gratis yang baru diluncurkan, menjadi jurus Pemkot Malang untuk mengurangi kemacetan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan para pelajar dapat memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disiapkan oleh pemerintah. Terlebih layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma selama jam berangkat dan pulang sekolah.
"Kita imbau kepada mereka, bahwa kita sudah siapkan angkutan pelajar yang tentunya kami berharap mereka bisa memanfaatkan," ujar Wahyu, Senin, 31 Agustus 2026.
Angkutan pelajar gratis tidak hanya diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh para siswa. Namun juga menekan kepadatan lalu lintas kendaraan pada jam-jam berangkat maupun pulang sekolah.
"Selain mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang bergerak di jalan umum, ini juga kami berharap bahwa pada jam-jam mereka berangkat sekolah, pulang sekolah, bisa mengurangi kepadatan," lanjutnya.
Baca Juga:
Bendahara RW di Malang Kuras Uang Kas Rp126 Juta Demi Investasi Online BodongIa juga meminta agar masyarakat dapat memberikan masukan terhadap program angkutan pelajar gratis tersebut. Kendati demikian, ia tidak dapat langsung melarang masyarakat yang tetap menggunakan kendaraan pribadi.
"Ya, kami berharap nanti dengan angkutan kota ini bisa mengurangi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Tapi secara langsung kan kita tidak bisa meminta/melarang mereka, tetapi kami mengimbau," sebutnya.
Koordinasi juga akan dilakukan bersama Polresta Malang Kota untuk memetakan titik-titik rawan kemacetan khususnya di area sekolah pada jam-jam tertentu. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jalan Bandung yang menjadi kompleks sekolah dan sering mengalami kemacetan.
"Dengan Buy The Service (BTS) ini mudah-mudahan mereka juga menyadari agar bisa mengurangi kendaraan pribadi. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengatur agar tertib, tidak ada kemacetan di titik-titik sekolah yang selama ini memicu kepadatan," pungkasnya.(*)