KETIK, MALANG – Sebanyak 25 dosen dari Universitas Brawijaya (UB) ikut ambil bagian menjadi Tim Ekspedisi Patriot 2026. Program dari Pemerintah Pusat tersebut sebagai upaya untuk membangun kawasan transmigrasi.
Dosen-dosen yang terlibat, berasal dari lintas disiplin keilmuan. Mulai dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Dari total jumlah tersebut, 20 dosen bertugas di Papua Barat, dan 5 dosen lainnya berada di Sulawesi Barat. Kementerian Transmigrasi sendiri ingin perguruan tinggi terlibat dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui riset, kajian, dan pendampingan.
Ketua Tim Universitas Brawijaya untuk Tim Ekspedisi Patriot 2026, Taufiq Ismail, menjelaskan, dosen terpilih telah mengikuti proses seleksi nasional. Mulai dari seleksi abstrak hingga evaluasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Perguruan Tinggi Negeri lainnya.
“Dosen yang lolos sebanyak 25 orang. Mereka telah melalui proses seleksi mulai dari abstrak hingga evaluasi nasional,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Baca Juga:
Dari Dusun di Kepanjen ke Panggung Dunia Entomologi, Jejak Prof Hagus Tarno Menemukan Empat Spesies Kumbang Baru di UB ForestIa menyebut tim dosen UB nanti dikerahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Fokusnya bukan sekadar pada meningkatkan produksi namun juga mengolah hasil, literasi, edukasi, hingga aspek kesehatan agar pembangunan kawasan berlangsung secara berkelanjutan.
“Pemerintah meminta pemberdayaan ekonomi. Maka fokus kami mulai dari pangan, pengolahan, hingga literasi, edukasi, dan kesehatan. Pemberdayaan ekonomi tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus didukung oleh produksi yang baik, pengolahan yang baik, serta peningkatan kapasitas masyarakat,” lanjutnya.
Peserta akan mendapatkan pembekalan nasional dari Kementerian Transmigrasi dan 9 perguruan tinggi mitra, termasuk UB. Di lapangan, para dosen harus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sesuai kondisi.
“Kami akan memastikan apa yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, kemudian melihat sejauh mana kontribusi tersebut mampu memberikan manfaat,” sebutnya. (*)