KETIK, HALMAHERA SELATAN – Hasan Ali Bassam Kasuba membawa pesan persaudaraan saat menerima amanah sebagai Ketua Dewan Pembina Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA-TOGALE) Kabupaten Halmahera Selatan periode 2026–2031. Ia meminta organisasi itu hadir untuk merawat kebersamaan sekaligus menguatkan anggota keluarga yang membutuhkan dukungan.
Pesan tersebut disampaikan Bassam setelah menerima amanah dari Ketua Dewan Pembina sebelumnya, Dr. Muhammad Kasuba, MA, dalam pelantikan pengurus IKA-TOGALE Halsel di Panggung UMKM Milenial, Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Sabtu 26 September 2026.
Di hadapan sesepuh, tokoh adat dan agama, kepala desa, pemuda, perempuan, serta keluarga besar Togale, Bassam memandang pelantikan itu sebagai kesempatan untuk meneguhkan kembali ikatan antarkeluarga.
Ia berharap para pengurus dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan memperoleh kekuatan untuk mengabdi. “Malam ini menjadi momen yang penting. Semoga seluruh pengurus diberi kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk menunaikan tugas yang dipercayakan sebaik-baiknya,” ujar Bassam.
Bassam juga menyoroti besarnya sebaran keluarga Tobelo-Galela di Halmahera Selatan. Dari 249 desa di kabupaten itu, 173 desa disebut menjadi basis keluarga besar Togale.
Baca Juga:
Lima Kursi PKB Halsel Bikin Muslim Berani “Senggol” UmarMenurut dia, besarnya jumlah tersebut perlu diikuti perhatian yang merata. Setiap unsur keluarga, katanya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kerabat di berbagai desa tetap terhubung dan mendapat dukungan.
“Besarnya jumlah keluarga ini juga berarti besar tanggung jawab yang harus kita pikul bersama,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong pengurus IKA-TOGALE membangun kerja sama dengan pemerintah desa, tokoh adat dan masyarakat, pemuda, perempuan, serta berbagai unsur keluarga Togale. Kebersamaan, menurutnya, perlu diwujudkan dalam sikap saling menghargai dan membantu.
Bassam mengajak keluarga besar Togale memberi ruang bagi setiap anggotanya untuk bertumbuh dan bergerak maju bersama. “Mari kita saling merangkul, melihat kebutuhan setiap bagian keluarga, lalu melangkah bersama dan saling menguatkan,” pesannya.
Baca Juga:
Merawat Memori Kolektif Togale, Menguatkan Persaudaraan di Halmahera SelatanPerhatian khusus ia arahkan kepada anggota keluarga yang belum memperoleh kesempatan untuk berkembang. Bassam mengingatkan agar capaian sebagian orang tidak membuat mereka yang tertinggal kehilangan perhatian.
Ia meminta keluarga yang telah lebih dahulu melangkah memberi waktu dan dukungan kepada kerabat lainnya. “Jangan biarkan mereka yang tertinggal berjalan sendiri. Tunggu dan ajak mereka agar kita bisa melangkah bersama,” tuturnya.
Bassam juga mengaitkan keberhasilan seseorang dengan dukungan keluarga besar yang menyertai perjalanan hidupnya. Pendidikan, pangkat, maupun jabatan, ujarnya, tidak terlepas dari peran keluarga yang tersebar di berbagai desa.
“Pencapaian yang kita raih hari ini turut ditopang keluarga dari 173 desa itu. Dukungan mereka tidak datang dari tempat lain,” katanya.
Karena itu, Bassam berharap IKA-TOGALE tidak hanya menjadi tempat berkumpul saat kegiatan seremonial. Ia menginginkan organisasi tersebut menjadi ruang untuk menjaga hubungan dan hadir bagi anggota keluarga yang memerlukan bantuan.
Ia merangkum pesan itu dalam ajakan untuk terus memelihara kedekatan di antara sesama keluarga. “Kita perlu terus menyayangi, memperhatikan, dan menjaga satu sama lain. Itulah yang utama,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Bassam menyampaikan bahwa teladan dalam kehidupan bermasyarakat dapat dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Ia mengajak setiap rumah menjadi tempat tumbuhnya sikap baik yang dapat dicontoh orang lain.
“Semua berawal dari rumah: dari suami, istri, dan anak-anak yang bisa menjadi teladan serta memberi contoh baik bagi masyarakat,” pungkasnya.