KETIK, TRENGGALEK – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek terus melakukan terobosan untuk mencari talenta-talenta muda berbakat.
Salah satunya adalah menggelar Piala Kemerdekaan ke-81 yang bertajuk Liga Remaja tingkat SLTP dan SLTA 12-25 Juli di Stadion Menak Sopal Trenggslek.
Ada 20 tim yang ikut ambil bagian, 12 tim dari SLTP dan 8 tim dari SLTA dan dibagi dalam dua fase, yakni babak penyisihan 12-17 Juli. Sedangkan babak semi final dan final 24-25 Juli.
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengatakan Liga Remaja merupakan salah satu program kerja organisasi yang sebelumnya telah dipaparkan dalam rapat di Smart Center dan kini berhasil direalisasikan.
Menurutnya, kompetisi ini menjadi bagian dari target jangka pendek Askab untuk melahirkan pemain-pemain muda potensial yang nantinya dapat memperkuat Trenggalek di berbagai ajang, seperti Piala Soeratin hingga Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Baca Juga:
PDIP Trenggalek Gelar Rapat Koordinasi Jelang Musyawarah Ranting dan Anak RantingPuguh menjelaskan sistem pertandingan menggunakan format setengah kompetisi agar setiap tim memperoleh menit bermain yang lebih banyak sehingga proses pembinaan pemain dapat berlangsung lebih maksimal.
"Jadi Liga Remaja ini kembali digelar setelah bertahun-tahun vakum. Terakhir digelar sejak saya masih SMA," katanya, Senin, 13 Juli 2026.
Legislator DPRD Kabupaten Trenggalek itu menambahkan panitia juga menyiapkan piala dan uang pembinaan bagi tim-tim yang berhasil menjadi juara sebagai bentuk apresiasi atas prestasi peserta.
Sementara itu, Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, mengapresiasi langkah Askab PSSI Trenggalek yang kembali menggelar kompetisi usia muda setelah cukup lama tidak terselenggara.
Baca Juga:
PKB Trenggalek Kick Off Kepengurusan Baru, Targetkan Menang pada Pemilu 2029"Ini kan program kerja Askab, sehingga kita wajib mendukung dan mensupportnya agar program tersebut bisa berjalan," ujarnya.
Doding berharap Liga Remaja dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang seleksi pemain muda berbakat yang nantinya mampu menjadi tulang punggung sepak bola Trenggalek.
"Ya paling tidak bisa menjadi andalan Trenggalek ke depannya," tegasnya.
Selain membahas pembinaan pemain, Doding juga menyinggung kondisi Stadion Menak Sopal yang dinilai masih membutuhkan sejumlah perbaikan.
Menurutnya, renovasi tetap diperlukan meski harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
"Kalau memang harus ada yang diperbaiki ya harus diperbaiki. Tapi dengan keterbatasan anggaran, ya pelan-pelan. Mudah-mudahan ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk merenovasi," katanya.
Ia juga berharap Trenggalek ke depan memiliki lapangan alternatif berstandar nasional selain Stadion Menak Sopal agar pembinaan sepak bola semakin berkembang dan pelaksanaan berbagai turnamen dapat dilakukan secara bersamaan.
2.SMAN 2 Trenggalek
3.SMKN 2 Trenggalek
4.MAN 1 Trenggalek
5.SMAN 1 Karangan
6.SMAN 1 Kampak
7.SMKN 1 Trenggalek
8.MA Muhamadiyah
2.MTsn 2 Trenggalek
3.MTsn 5 Trenggalek
4.SMPN 2 Tugu
5.SMPN 1 Panggul
6.MTsn 1 Trenggalek
7.SMPN 1 Durenan
8.SMPN 1 Gandusari
9.SMPN 1 Kampak
10.SMPN 3 Trenggalek
11.SMPN 1 Pogalan
12.SMPN 1 Trenggalek (*)