KETIK, BATU – Langkah Persikoba Kota Batu di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 harus terhenti di babak 32 besar. Hasil imbang 1-1 saat menghadapi Persemay Maybrat pada laga terakhir Grup W di Stadion Brantas, Selasa, 16 Juni 2026, membuat tim berjuluk Elang Putih gagal mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Pada pertandingan lain yang berlangsung bersamaan, Persigar Garut dan Persepam Pamekasan bermain imbang tanpa gol. Hasil tersebut mengantarkan Persepam dan Persigar lolos ke fase berikutnya dengan koleksi masing-masing lima poin.
Berdasarkan klasemen akhir Grup W, Persepam Pamekasan menempati posisi pertama dengan lima poin, disusul Persigar Garut di peringkat kedua dengan poin yang sama.
Sementara Persikoba dan Persemay Maybrat harus puas berada di posisi ketiga dan keempat dengan raihan dua poin.
Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, mengapresiasi perjuangan para pemain yang tetap tampil maksimal hingga pertandingan terakhir.
Namun, ia mengakui hasil tersebut menjadi kekecewaan besar karena tim gagal melanjutkan perjalanan ke babak selanjutnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas perjuangan yang mereka tunjukkan hari ini. Menurut saya, inilah karakter permainan Persikoba yang sebenarnya. Sayangnya, performa seperti ini baru muncul pada pertandingan terakhir dan tidak bisa ditampilkan sejak laga pertama maupun kedua,” ujarnya usai pertandingan.
Menurut pelatih yang akrab disapa Coach Keceng itu, sepak bola kerap menghadirkan situasi yang sulit diprediksi. Tim yang di atas kertas terlihat lebih mudah dihadapi justru bisa menjadi lawan yang menyulitkan, begitu pula sebaliknya.
“Itulah sepak bola. Kadang pertandingan yang terlihat mudah justru menjadi sulit, sementara laga yang diperkirakan berat bisa berjalan lebih ringan. Hari ini pertandingan berlangsung cukup sulit karena hasil yang kami raih juga bergantung pada pertandingan lain dan performa tim sendiri,” katanya.
Meski gagal lolos, mantan pemain Timnas Indonesia ini tetap bersyukur karena para pemain dapat menyelesaikan kompetisi tanpa mengalami cedera serius.
“Kami tetap bersyukur karena seluruh pemain dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera. Namun, untuk hasil akhir tentu kami sangat kecewa karena tidak berhasil melangkah ke fase berikutnya,” ungkapnya.
Coach Keceng juga mengungkapkan salah satu evaluasi penting yang menjadi pekerjaan rumah tim adalah menghadapi lawan dengan gaya permainan high pressing.
Menurutnya, kelemahan tersebut terlihat dalam beberapa pertandingan, baik saat uji coba maupun selama putaran nasional berlangsung.
“Setelah saya amati dari sejumlah pertandingan, termasuk laga uji coba, kami masih kesulitan menghadapi tim yang menerapkan tekanan tinggi atau high pressing. Terutama ketika menghadapi tim-tim asal Papua yang memiliki intensitas tekanan sangat tinggi. Hal itu menjadi salah satu kelemahan yang harus kami evaluasi dan perbaiki ke depan,” tegasnya.
.png)