KETIK, BATU – Tim balap sepeda BMX Afos Katana Family (AKF) Kota Batu kembali mengukir prestasi membanggakan di ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026.
Pada kejuaraan internasional yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI)tersebut, para rider binaan AKF sukses meraih sejumlah podium dan bersaing dengan pembalap dari dalam maupun luar negeri.
Kejuaraan yang digelar di Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi pada 27-28 Juni 2026 itu diikuti sebanyak 331 rider. Selain diikuti pembalap dari berbagai daerah di Indonesia, kompetisi juga menghadirkan peserta dari Thailand, Singapura, dan Filipina sehingga persaingan berlangsung ketat di setiap kategori.
Pada putaran pertama yang berlangsung Sabtu, 27 Juni 2026, AKF berhasil mengoleksi sejumlah prestasi. Dewa Shaka Ibrahim keluar sebagai juara pertama kategori Challenge Boys usia 11-12 tahun. Rehan Pradipta juga meraih podium tertinggi di kategori Challenge Boys 9-10 tahun.
Sementara Khanelo Putra finis di peringkat kelima kategori yang sama, Rasya Rafandra menempati posisi kelima Challenge Boys usia 7-8 tahun, dan Salsabila Yudono menjadi juara pertama kategori Challenge Girls usia 7-8 tahun.
Hasil positif kembali diraih pada putaran kedua, Minggu, 28 Juni 2026. Dewa Shaka Ibrahim finis sebagai juara kedua Challenge Boys usia 11–12 tahun, Ryan Kayana berada di posisi kelima kategori yang sama, Rehan Pradipta menempati peringkat keempat Challenge Boys usia 9-10 tahun, sedangkan Salsabila Yudono kembali mempertahankan dominasinya dengan meraih juara pertama Challenge Girls usia 7-8 tahun.
Pelatih Afos Katana Family, Hildan Afosma Katana, mengatakan raihan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Menurutnya, seluruh atlet telah menjalani program latihan intensif jauh sebelum mengikuti kejuaraan.
“Prestasi ini tidak diraih secara instan. Anak-anak berlatih setiap hari dengan program yang mencakup peningkatan kondisi fisik, penguasaan teknik, pengembangan keterampilan, hingga pembentukan mental bertanding agar siap menghadapi kompetisi bertaraf internasional,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, selain menjalani latihan rutin, para rider AKF juga berlatih di Sirkuit Velodrome Malang setiap hari Minggu. Latihan tersebut bertujuan membiasakan para atlet menghadapi karakter lintasan yang berbeda sehingga kemampuan mereka semakin terasah.
Meski berhasil membawa pulang sejumlah gelar, pria yang akrab disapa Afos ini menegaskan tim pelatih tidak akan berpuas diri. Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penampilan para rider pada kompetisi berikutnya.
Fokus AKF kini tertuju pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX yang akan digelar pekan depan di sirkuit yang sama. Demi memaksimalkan persiapan, seluruh atlet dan tim pelatih memutuskan tetap berada di Banyuwangi selama sepekan.
“Kami memilih menginap di Banyuwangi agar persiapan lebih optimal. Selama sepekan ini latihan difokuskan di trek Muncar untuk menghadapi Kejurnas. Harapannya anak-anak tampil lebih percaya diri dan kembali membawa prestasi. Kami optimistis bisa meraih hasil terbaik,” pungkas Afos.
.png)