KETIK, BATU – Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk memperkuat rehabilitasi kawasan hutan sekaligus mendukung kesejahteraan petani hutan.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Tasyakuran Kelompok Tani Wono Mulyo di Dusun Jengkoang, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Senin, 3 Agustus 2026.
Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mas Heli mengapresiasi konsistensi para petani hutan yang selama ini berperan menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat.
Menurutnya, upaya melestarikan hutan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.
“Kami mengapresiasi semangat para petani hutan yang selama ini berperan menjaga kelestarian alam. Menjaga hutan bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi mendatang,” ujar Mas Heli.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak pernah berhenti merawat dan melestarikan lingkungan.
Kelangsungan hidup manusia, tambah Mas Heli, tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hutan yang tetap lestari.
“Jangan pernah lelah menjaga dan melestarikan alam. Hutan adalah rumah kita, dan alam akan menjaga kita jika kita menjaganya dengan baik. Pemerintah Kota Batu bersama Pak Wali Kota akan terus membersamai para petani dalam menjaga kelestarian hutan,” katanya.
Politisi Gerindra ini juga memastikan Pemerintah Kota Batu akan menindaklanjuti upaya rehabilitasi kawasan hutan yang mengalami kerusakan melalui program penanaman kembali.
Langkah tersebut akan difokuskan pada penanaman tanaman produktif, termasuk berbagai jenis pohon buah, serta penguatan dukungan penyediaan bibit bagi kelompok tani hutan.
“Pemerintah Kota Batu akan menindaklanjuti upaya rehabilitasi kawasan hutan yang mulai gundul melalui penanaman kembali dengan tanaman produktif, termasuk pohon buah, serta mendorong dukungan bibit bagi para petani,” ucapnya.
Selain itu, Mas Heli mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar bencana hidrometeorologi, seperti banjir yang pernah melanda Kota Batu, tidak kembali terjadi.
Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam agar bencana seperti banjir yang pernah terjadi di Kota Batu tidak kembali terulang. Kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan,” tandas mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batu ini.
Kegiatan tasyakuran tersebut turut dihadiri perwakilan Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Malang, pemerintah desa, serta kelompok tani hutan dari Desa Bulukerto, Sumbergondo, Punten, Bumiaji, dan Giripurno.
Melalui momentum ini, sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani hutan. (*)
