Sambut Muharam 1448 H, Fatayat Rancaekek Diajak Memaknai Hijrah dan Kepedulian Sosial

21 Juni 2026 16:00 21 Jun 2026 16:00

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sambut Muharam 1448 H, Fatayat Rancaekek Diajak Memaknai Hijrah dan Kepedulian Sosial

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec Rancaekek Kab Bandung KH Ending Jauharudin saat pengajian rutin PAC Fatayat NU Kec Rancaekek di Masjid Besar Kaum Rancaekek, Kab Bandung, Minggu (21/6/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Ketua Tanfidziyah MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung KH Ending Jauharudin mengajak kader Fatayat NU menjadikan bulan Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak kepedulian sosial kepada sesama.

Pesan tersebut disampaikan H Ending saat sambutan pada pengajian rutin PAC Fatayat NU Kecamatan Rancaekek yang digelar PR Fatayat NU Desa Linggar di Masjid Besar Kaum Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu 21 Juni 2026.

Menurut KH Ending, Muharam merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan dan menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi.

"Muharam termasuk bulan yang istimewa. Banyak peristiwa besar terjadi pada bulan ini yang menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu peristiwa paling monumental adalah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang kemudian menjadi tonggak kebangkitan dan perkembangan peradaban Islam.

"Islam berkembang pesat setelah Rasulullah hijrah ke Madinah. Karena itu Muharam mengajarkan kepada kita pentingnya perubahan menuju kondisi yang lebih baik," katanya.

Ending juga mengingatkan sejumlah peristiwa penting lainnya yang diyakini terjadi pada bulan Muharam. Di antaranya Nabi Ibrahim AS diselamatkan Allah SWT dari kobaran api Raja Namrud, Nabi Ayyub AS diangkat penyakitnya setelah bertahun-tahun diuji, serta Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Fir'aun ketika menyeberangi Laut Merah.

Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Muharam adalah bulan pertolongan dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

"Setiap peristiwa itu mengajarkan kesabaran, keteguhan iman, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang kepada orang-orang yang bertakwa," ujarnya.

Selain dikenal sebagai bulan hijrah, Muharam juga identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Karena itu KH Ending mengajak kader Fatayat NU untuk memperkuat kegiatan sosial dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

"Momentum Muharam harus menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Nilai-nilai inilah yang diajarkan Islam," katanya.

Foto Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec Rancaekek Kab Bandung KH Ending Jauharudin saat pengajian rutin PAC Fatayat NU Kec Rancaekek di Masjid Besar Kaum Rancaekek, Kab Bandung, Minggu (21/6/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec Rancaekek Kab Bandung KH Ending Jauharudin saat pengajian rutin PAC Fatayat NU Kec Rancaekek di Masjid Besar Kaum Rancaekek, Kab Bandung, Minggu (21/6/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

Dalam kesempatan tersebut, Ending juga menyosialisasikan pelaksanaan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Mardhotillah, Rancaekek.

Ia menegaskan PD-PKPNU merupakan program kaderisasi dasar yang wajib diikuti pengurus NU dan sangat dianjurkan bagi seluruh warga Nahdliyin.

"Melalui PD-PKPNU kita mendapatkan ilmu ke-NU-an, memperluas jaringan, meningkatkan ghirah perjuangan, sekaligus membentuk karakter kader penggerak NU," ujarnya.

Ending berharap kader Fatayat NU dapat mengikuti program kaderisasi tersebut sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus NU yang memiliki wawasan keagamaan, semangat organisasi, dan komitmen pengabdian kepada umat.

Menurutnya, kemajuan NU di masa depan sangat bergantung pada kualitas kader yang dipersiapkan hari ini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Fatayat Fatayat Rancaekek fatayat kabupaten bandung hijrah muharam muharram