KETIK, JAKARTA – Walaupun hantavirus bukanlah penyakit baru di Indonesia, namun kasus ini harus tetap diwaspadai. Sebab, penyakit ini belakangan kembali menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terkahir. 

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, terdapat 23 kasus positif hantavirus dengan tiga kematian terjadi di Indonesia sejak tahun 2024 sampai dengan pertengahan 2026. Penyakit ini tersebar di sembilan provinsi di Indonesia.

Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya mengatakan, kasus ini berasal dari kontak erat seorang WNA yang sempat berada di kapal luar negeri. Saat ini dirinya akan terus memantau walaupun virus ini tidak mudah menular seperti Covid-19 lalu.

“Pemerintah sudah bergerak cepat setelah menerima informasi tersebut. Dan pasien segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi,” katanya dalam keterangan resminya. 

Hantavirus sendiri adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat terutama tikus. World Health Organization (WHO) mencatat, virus ini dapat menular ke manusia melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terhirup secara tidak sengaja. 

Baca Juga:
Ini Resiko Hantavirus, Jika Tak Ditangani Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Gejala awal hantavirus adalah menyerupai penyakit ringan yang umum terjadi. Seperti flu biasa, demam, rasa lelah dan tubuh lemah. Sehingga banyak orang mengira ini adalah penyakit biasa. Oleh karena itu, jika sudah tahu tanda-tanda gejala awal, maka bisa dengan segera diperiksa ke fasilitas Kesehatan (faskes) terdekat.

Gejala lain hantavirus adalah nyeri otot area tertentu. Diantaranya paha, pinggul, punggung bawah, dan bahu. Selain itu juga, penderita akan mengalami sakit kepala terus-menerus serta mual, muntah, nyeri perut dan diare.

Oleh karena itu ia menghimbau agar masyarakat tidak panik terlebih dahulu. Langkah pecegahannya dikatakan hanya menjaga kebersihan saja. Karena penyakit ini bukan penularan antar manusia, melainkan penularan melalui tikus. 

“99 persen penularan hantavirus terjadi karena tikus bukan karena manusia. Maka jagalah kebersihan lingkungan agar perkembangbiakan tikus tidak terjadi di rumah maupun di tempat kerja,” katanya.

Baca Juga:
Gedung IGD dan Radiologi RSP Makian Hampir Selesai

Misalnya, dengan cara membasmi permukaan dengan cara menyemprotkan cairan pembersih. Kemudian bagi pekerja di area potensi tikus seperti gudang, petugas kebersihan, maka dianjurkan menggunakan alat pelindung seperti masker ataupun sarung tangan. (*)