KETIK, SURABAYA – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Wamendag RI) Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut pemerintah saat ini sedang mencari solusi untuk mengatasi harga plastik yang melambung.
Pernyataannya ini diungkapkan, merespons pasokan bahan baku plastik yang susah akibat dinamika global, seperti perang yang terjadi di Timur Tengah.
"Untuk ini (harga plastik) Insyaallah kami berupaya mencarikan solusi karena prinsipnya harga plastik tergantung dengan nafta yang mempengaruhi biaya produksi," katanya pada saat kunjungan di Unair, Surabaya, 28 April 2026.
Selain sedang mencari solusi, ia juga membeberkan ada pilihan lain dari pemerintah untuk mengatasi harga bahan baku plastik, yaitu dengan sistem subsidi.
Opsi ini, katanya, sedang dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian).
Baca Juga:
Bukan via WhatsApp, Ini Cara Efektif Orang Tua Pantau Anak di Sekolah ala Pakar SEVIMAKebijakan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap harga plastik dan harga keseluruhan. Sekaligus menjaga keberlanjutan industri plastik nasional.
Selain rencana-rencana yang telah disebutkan, untuk jangka panjang, Dyah mengungkapkan, pemerintah sedang mencari sumber alternatif bahan nafta lainnya yang tidak terpengaruh kondisi geopolitik global. (*)