KETIK, MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Tong Tong Night Market (TTNM) di Taman Tjerme, The Shalimar Boutique Hotel Malang, Kamis, 30 Juli 2026. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan S.Hut., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.
“Ibu Gubernur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara, khususnya The Shalimar Boutique Hotel yang secara konsisten menghadirkan ruang perjumpaan budaya, sejarah, kuliner, seni, dan kreativitas dalam satu kemasan yang berkualitas,” kata Irwan Iwan pada opening ceremony Tong Tong Night Market.
Iwan menegaskan bahwa acara ini merupakan ruang dialog lintas budaya sekaligus penggerak nyata ekonomi daerah. Festival ini memadukan konsep sejarah Indonesia, khususnya Jawa Timur, dengan Belanda. Menurutnya, Tong Tong Night Market menghadirkan lebih dari sekadar hiburan.
“Inilah bentuk nyata bagaimana warisan budaya tidak hanya dijaga sebagai memori masa lalu, tetapi juga diolah menjadi sumber inspirasi ekonomi masa depan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Dr. Iwan menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Ia juga menambahkan bahwa warisan budaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga:
Tong Tong Night Market 2026 Resmi Dimulai, Hidupkan Kembali Kuliner TradisionalIwan memaparkan bahwa sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur menunjukkan kinerja yang positif. Pada semester I 2025, nilai investasi sektor ekonomi kreatif mencapai sekitar Rp6,86 triliun atau tumbuh lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai ekspor ekonomi kreatif menembus 12,8 miliar dolar Amerika Serikat yang ditopang oleh subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menetapkan pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah melalui penguatan ekosistem kreatif, peningkatan kualitas SDM, akses pembiayaan, digitalisasi, serta perluasan pasar." Jelasnya.
Lebih lanjut, Irwan meyakini Tong Tong Night Market menjadi panggung bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Melalui festival seperti ini, pelaku usaha memperoleh ruang promosi, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
“Setiap event pariwisata harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga:
Peringati Hari Sungai Nasional, Festival Kali Brantas 5 Usung Konsep BaruSelain itu, Iwan juga mengajak masyarakat memanfaatkan Tong Tong Night Market untuk berbelanja produk lokal. Ia meminta pengunjung tidak hanya menikmati suasana dan hiburan yang disajikan selama festival berlangsung. Menurutnya, membeli produk UMKM merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur.
"Mari kita cintai produk lokal, mari kita beli karya pelaku UMKM, mari kita apresiasi para seniman, dan dukung ekonomi kreatif Jawa Timur agar semakin tumbuh, kuat, dan mendunia," tutup Iwan. (*)