KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) akan memperketat akses dan melakukan evaluasi terhadap gedung-gedung tinggi di tiap fakultas. Hal tersebut menindaklanjuti insiden mahasiswa jatuh lantaran bunuh diri dari lantai 6 gedung A Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) pada 10 September 2026 lalu.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho menjelaskan turut merasa prihatin akibat peristiwa tersebut. Sebelumnya pihak kampus telah memberikan imbauan untuk memperketat Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
"Sebelumnya kami memperketat K3L yang ada di universitas. Bahkan semua fakultas sudah memiliki ahli K3. Itu ada disiapkan untuk mengecek dan masing-masing juga sudah memberikan report," ujarnya, Jumat 11 September 2026.
Peristiwa upaya bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperketat akses gedung tinggi.
"Untuk lebih memperketat lagi pada akses-akses gedung yang tinggi. Jadi nanti akan sangat lebih strict untuk akses-akses ke gedung yang lebih tinggi karena kemarin-kemarin terjadi dan itu kami sangat menyayangkan. Kami sangat prihatin atas kejadian yang terjadi," katanya.
Baca Juga:
UB Bantah Tekanan Akademik hingga Masalah PK2MABA Jadi Pemicu Mahasiswa Lompat dari GedungTak hanya itu, pihak kampus juga menyarankan agar dilakukan modifikasi pada pintu di gedung tinggi. Namun upaya tersebut baru dapat dilakukan pada tahun anggaran 2027 nanti.
"Kita masih diskusikan dengan pihak aset. Jadi, gedung-gedung yang kita pastikan dengan desain baru, itu belum mempertimbangkan itu," katanya.
Salah satu desain yang menjadi opsi ialah dengan mempersempit akses keluar masuk pada jendela maupun pintu. Jendela nantinya hanya dapat dibuka dalam celah sempit sekitar 4 inci atau 10 sentimeter.
Modifikasi tersebut dilakukan agar jendela tetap memungkinkan sirkulasi udara, tetapi tidak menyisakan celah yang dapat dilalui seseorang.
Baca Juga:
Berselisih dengan Teman Diduga Jadi Penyebab Mahasiswa UB Lompat dari Lantai 6"Itu kalau nggak salah 4 inci jadi hanya bisa untuk sirkulasi udara. Kita harus pastikan bahwa tidak ada lubang atau celah yang bisa dilalui orang untuk melakukan tindakan melompat. Jadi, kita pastikan nanti jendela itu hanya bisa dibuka 4 inci," ungkapnya. (*)