KETIK, BATU – Upacara rutin di lingkungan Perumdam Among Tirto Kota Batu berlangsung dengan suasana berbeda. Sejumlah pegawai bagian umum dan pelayanan mengenakan pakaian perjuangan serta busana tempo dulu saat mengikuti upacara, Senin, 24 Agustus 2026.

Perumdam Among Tirto menjadikannya sebagai momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan dan menerapkannya dalam budaya kerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, mengatakan pemilihan busana perjuangan dalam upacara tersebut merupakan bentuk refleksi terhadap semangat para pejuang yang dinilai relevan dengan tugas pegawai sebagai pelayan masyarakat.

“Semangat para pejuang harus terus dihidupkan dalam budaya kerja para pegawai, terutama mereka yang berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Gendon, sapaannya.

Ia menjelaskan, penggunaan busana bertema perjuangan hanya diberlakukan bagi pegawai yang bertugas di bagian umum dan pelayanan.

Baca Juga:
Babak Baru Kasus Dugaan Stan PKL Alun-Alun Kota Batu, Polisi Pastikan Terlapor Dipanggil

Menurutnya, konsep itu sengaja diterapkan untuk mengingatkan pegawai bahwa memberikan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar menjalankan tugas rutin.

“Busana perjuangan yang dikenakan bukan sekadar atribut, melainkan simbol agar para pegawai selalu mengedepankan integritas, disiplin, dan dedikasi dalam menjalankan tugas sehari-hari,” katanya.

Gendon menyebut tema perjuangan yang diangkat dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para “pejuang air” di lingkungan Perumdam Among Tirto Kota Batu.

Sebutan tersebut ditujukan kepada seluruh insan perusahaan yang setiap hari menjalankan tugas untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga:
Antisipasi Siklus Karhutla, BPBD Kota Batu Pastikan Peralatan dan Koordinasi Lapangan Siap

“Tema yang kami usung tahun ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang air Perumdam Among Tirto Kota Batu. Mereka adalah seluruh insan perusahaan yang setiap hari berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui pelayanan yang optimal,” ungkapnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus ditanamkan kepada seluruh pegawai sehingga semangat pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Semangat tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada seluruh pegawai sehingga kualitas layanan kepada pelanggan semakin meningkat,” imbuh Gendon.

Selain menjadi sarana refleksi, penerapan tema tertentu dalam kegiatan internal perusahaan dinilai dapat memperkuat kekompakan sekaligus membangun budaya kerja di lingkungan Perumdam Among Tirto.

Nuansa perjuangan yang dihadirkan dalam upacara diharapkan mendorong pegawai untuk kembali memaknai pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Gendon menegaskan, pegawai tidak diharapkan hanya berorientasi pada penyelesaian rutinitas pekerjaan. Lebih dari itu, setiap tugas perlu dijalankan dengan kesungguhan dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Dengan menghadirkan nuansa perjuangan, para pegawai diajak merefleksikan kembali makna pengabdian kepada masyarakat. Jadi, tidak hanya bekerja menjalankan rutinitas, tetapi juga memiliki semangat melayani dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Perumdam Among Tirto Kota Batu pun berkomitmen menjaga nilai perjuangan tersebut sebagai bagian dari etos kerja dan budaya perusahaan. Semangat itu diharapkan menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batu.

“Kami ingin menjaga semangat perjuangan demi menghadirkan pelayanan air bersih yang prima bagi masyarakat Kota Batu,” pungkasnya. (*)