KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Opening Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bertajuk "Maliki Muda Arka Dharma 2026" pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Kampus 1.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Malang dengan menekankan pada karakter Ulul Albab yang kritis dalam menghadapi fenomena-fenomena yang ada.

Ribuan mahasiswa baru berkumpul di lapangan untuk memulai kegiatan pengenalan lingkungan kampus yang ditemani langsung oleh beberapa MC dengan menggunakan berbagai bahasa.

Kegiatan PBAK UIN Malang dimulai dengan sambutan dari presiden mahasiswa yang membakar semangat para maba, kemudian dilanjutkan dengan laporan akademik dari Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK) Hingga sambutan dari Bunda Rektor, Prof. Ilfi Nur Diana yang memberikan motivasi kepada para maba untuk bisa menjadi mahasiswa yang terus bertumbuh.

Kegiatan ini terasa lebih menyentuh ketika pembukaan PBAK secara simbolik dibuka oleh Bunda Rektor dengan mengenakan Almamater UIN Malang kepada mahasiswa. Tak hanya itu, proses menyalakan obor oleh Bunda Rektor juga menjadi momen paling menyentuh.

Baca Juga:
LSP P-1 UIN Maliki Malang Gelar Uji Kompetensi, Enam Skema Jadi Ajang Penguatan Kompetensi Mahasiswa

Sementara itu, dari gedung C terlihat mahasiswa MAPALA yang siap mengibarkan bendera Maliki Muda Arkadharma 2026 dengan menggunakan flying fox, yang disambung dengan pengibaran banner Maliki Muda Arkadharma 2026 di Gedung B lantai 3.

Dalam sambutannya, Prof. Ilfi Nur Diana berpesan kepada mahasiswa baru agar dapat mengikuti jejak tokoh-tokoh intelektual musim, seperti Fatima al-Fihri (Pendiri A-Qarawiyyin University di Maroko), Imam Syafi'i, Al-khawarizimi, Al-Hitsam, hingga lbnu Khaldun.

Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan mahasiswa baru harus bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin ketika berada di lingkungan kampus. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya sekadar mendengarkan penjelasan dosen, tapi harus berusaha untuk bisa berpikir kritis, sering pergi ke perpustakaan, kemudian membaca literatur.

Ribuan mahasiswa baru UIN Malang mengikuti Opening PBAK. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baca Juga:
Sudah 3 Kali Ditegur! Mobil Kursus Mengemudi Masih Parkir Liar di Kota Malang, Dishub Siapkan Langkah Tegas

"Kalian punya waktu, maka pergunakan sebaik-baiknya. Kunci keberhasilan bukan hanya dari kelas, bukan hanya mendengarkan dari dosen, tetapi harus berpikir kritis, pergi ke perpustakaan, membaca literatur-literatur yang berbahasa Arab ataupun berbahasa Inggris, membaca artikel jurnal-jurnal yang internasional, dan seterusnya," ujarnya.

Pengaturan emosional juga menjadi hal penting untuk bisa berhasil. Prof. Ilfi memberikan pesan kepada maba untuk bisa menahan keinginan hangout atau gaya hidup hedon. Selama masa perkuliahan, mahasiswa baru diharapkan bisa fokus pada pembelajaran.

Kunci keberhasilan bukan hanya dari kelas, bukan hanya mendengarkan dari dosen, tetapi harus berpikir kritis, pergi ke perpustakaan, membaca literatur-literatur yang berbahasa Arab ataupun berbahasa Inggris, membaca artikel jurnal-jurnal yang internasional, dan seterusnya.

Tentunya, ini menjadi pesan penting yang wajib disampaikan untuk bisa membuat para maba selalu ingat akan tujuan menjadi bagian dari Maliki Muda Arka Dharma 2026.

Prof. Ilfi juga menyampaikan agar para maba bisa mengubah fixed mindset menjadi growth mindset. Saat ini, status para maba bukan lagi seorang siswa SMA yang masih bergantung pada orang tua dan guru. Mereka harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

Prof. Ilfi menekankan untuk tidak berada di zona nyaman. Para mahasiswa diharuskan untuk keluar dari zona nyaman dan mampu menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Sehingga, cita-cita para maba bisa diraih.

Doa orang tua juga menjadi salah satu keberhasilan. Sehingga, mahasiswa baru perlu meminta doa kepada kedua orang tua setiap saat.

Prof. Ilfi juga menyampaikan agar para mahasiswa bisa tetap menjaga lingkungan kampus dengan mengurangi banyak penggunaan. Ia juga berpesan agar mahasiswa baru UIN Malang menjauhi narkoba, seks bebas, minuman keras, jauhi LGBT yang memang penyimpanan kodrat dan agama.

"Terima kasih, semoga kalian bisa menjaga amanah itu. Jika kalian tidak bisa mengembannya, itu bagaikan memegang bara api di tangan, kalau tidak kuat maka itu akan dilepaskan karena itu saya berharap hati-hati dalam bergaul," jelas Prof. Ilfi.(*)