KETIK, KEDIRI – Mahasiswa Program Studi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri, Nonik Franciska, mengikuti kegiatan pendampingan bongkar ratoon tebu selama menjalani Program Magang Berdampak (MBKM) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pare, Kabupaten Kediri.

Program magang tersebut berlangsung pada 9 Februari hingga 19 Juni 2026. Selama menjalani magang, Nonik terlibat dalam berbagai kegiatan penyuluhan dan pendampingan pertanian, salah satunya kegiatan bongkar ratoon tebu yang dilaksanakan di Desa Sidorejo pada 25 Februari 2026, Desa Sambirejo pada 20 Mei 2026, serta beberapa desa lainnya di Kecamatan Pare.

Kegiatan pendampingan dilakukan bersama penyuluh pertanian setempat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai penerapan sistem pertanian secara langsung di lapangan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis terkait berbagai aktivitas budidaya dan pengembangan komoditas pertanian.

Dalam pelaksanaannya, Nonik turut mendampingi proses dropping atau penyaluran bantuan bongkar ratoon tebu kepada petani. Program bongkar ratoon sendiri merupakan salah satu upaya peremajaan tanaman tebu untuk meningkatkan produktivitas yang cenderung menurun setelah beberapa kali masa panen.

Melalui program tersebut, tanaman tebu lama dibongkar dan diganti dengan penanaman kembali menggunakan bibit unggul sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dan hasil produksi dapat meningkat.

Baca Juga:
Dongkrak Pamor Ikan Hias, Mahasiswa MBKM UB Kediri Gagas Konten Komedi di TikTok

“Selama mengikuti kegiatan di lokasi, saya dilibatkan secara langsung dalam pendampingan bongkar ratoon tebu bersama penyuluh pertanian. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru karena dapat melihat secara langsung proses dropping tebu di lahan petani,” ujar Nonik.

Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan lapangan memberikan gambaran nyata mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani, sekaligus memperluas wawasan terkait program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Program Magang Berdampak (MBKM) tidak hanya memberikan pengalaman kerja di lingkungan instansi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembangunan pertanian. Melalui pendampingan bongkar ratoon tebu ini, mahasiswa dapat memahami proses peremajaan tanaman sebagai salah satu strategi peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan.

Dengan adanya program bongkar ratoon, produktivitas tebu diharapkan dapat meningkat sehingga mampu mendukung pengembangan usaha tani yang lebih berkelanjutan. (*)

Baca Juga:
Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Pelajari Preferensi Petani terhadap Pupuk Cair Melalui Wawancara di Toko Pertanian