KETIK, PASURUAN – SMAN 1 Gondangwetan (SMAGONTA) kabupaten Pasuruan kembali beraksi dalam membangun karakter murid melalui kegiatan sekolah terintegrasi yang dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara beruntun ini meliputi Khotmil Qur’an, Istighosah, dan Gerakan Jumat Bersih, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran di kelas mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai.
Rangkaian kegiatan tersebut sebagai wujud nyata pendidikan yang bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan spiritualitas, pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an yang menjadi agenda rutin warga SMAGONTA setiap Jumat Legi. Kegiatan ini merupakan upaya sekolah untuk membiasakan warga sekolah berinteraksi dengan Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan rutin ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan warga sekolah dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan. Pembiasaan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki landasan spiritual kuat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral.
Baca Juga:
Kisah di Balik Podcast Jendela SMAN 1 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, Hidupkan Literasi Digital SMAGONTASetelah Khotmil Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan Istighosah yang secara khusus ditujukan untuk mendoakan murid kelas XII yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pelaksanaan TKA kelas XII dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 2–5 November 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, kegiatan Istighosah diharapkan dapat menjadi penguat spiritual dan mental bagi para murid dalam mempersiapkan diri menghadapi asesmen tersebut.
Setelah kegiatan keagamaan, acara dilanjutkan dengan Gerakan Jumat Bersih yang dilaksanakan secara serempak. Guru, tenaga kependidikan, dan murid bersama-sama melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan sekolah sesuai dengan pembagian area dan tugas masing-masing.
Kegiatan meliputi pembersihan ruang kelas, halaman, taman, area sekitar gedung, serta lingkungan sekolah lainnya.
Baca Juga:
Dari Ide Menjadi Identitas, Kisah Kreatif Dibalik Nama Produk DT Pastry Bakery SMAGONTA PasuruanGerakan Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran kontekstual untuk menanamkan tanggung jawab, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala SMAN 1 Gondangwetan, Ery Widyastuti , S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa pelaksanaan Khotmil Qur’an, Istighosah, dan Gerakan Jumat Bersih dalam satu rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan di SMAGONTA dilaksanakan secara terintegrasi. Ketiga kegiatan tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membentuk pribadi murid yang utuh.
"Semangat integrasi ini sejalan dengan upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya," tegasnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, aktivitas sekolah dilanjutkan dengan pembelajaran di kelas mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai.
"Kegiatan belajar mengajar tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen sekolah untuk menjaga keseimbangan antara penguatan karakter dan pemenuhan kebutuhan akademik murid," tambahnya.
Melalui tiga gerakan dengan satu semangat tersebut, SMAGONTA terus berupaya menghadirkan pendidikan yang bermakna yakni menguatkan iman, membentuk karakter, meningkatkan kesiapan akademik, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. (*)