KETIK, SITUBONDO – Banyaknya pengaduan Masyarakat Kecamatan Asembagus kepada LBH Mitra Santri Situbondo tentang  penyebaran abu hitam (tolato) dari jerobong PG Asembagoes Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabri Sekretaris LBH Mitra Santri angkat bicara, Selasa 16 Juni 2026.

LBH Mitra Santri Situbondo meminta kepada PT Sinergi Gula Nusantara menghentikan sementara produksi gula di PG Asembagoes dan atau segera berupaya mengambil tindakan untuk mengurangi penyebaran limbah abu hitam dari penggilangan tebu tersebut.

“Jika tidak ada tindakan yang dilakukan oleh PG Asembagoes terkait dengan tolato yang menyebar masuk ke permukiman masyarakat dan mengotori perabot rumah tangga serta genteng-genteng rumah penduduk dan mengganggu pernafasan masyarakat, maka LBH Mitra Santri akan mengambil langkah hukum,” tegas Sabri Sekretaris LBH Mitra Santri.   

Ketika musim giling tiba, lanjut Sabri, rumah-rumah penduduk dan para pedagang di pinggir Jalan Pantura yang berada di wilayah Asembagus bisa dipastikan terdampak tolato dan aktif membersihkan rumahnya dan dagangan yang dipajang.

“Oleh karena itu, saya minta kepada anggota DPRD Situbondo tidak tinggal diam terkait persoalan tolato tersebut. Segera turun lapangan dan dampingi masayarakat terkait tolato tersebut,” kata Sabri.

Baca Juga:
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Situbondo Islamic Culture

Sabri mengatakan, tolato yang berterbangan sangat banyak, bentuknya ada dua. Ada yang halus ada juga yang besar. Kadang ada yang masih berbentuk daun tebu. Itu terjadi ketika dilakukan giling tebu oleh PG Asembagoes.

“Keluhan masyarakat yang mengadu ke LBH Mitra Santri, yaitu terlalu banyak abu terbang dari cerobong pembakaran di PG Asembagoes. Untuk itu, saya meminta kepada pihak PG Asembagoes memiliki terobosan yang baru untuk bisa menekan penyebaran tolato,” ujar Sabri.

Tak hanya itu yang disampaikan Sabri, sekarang jaman sudah serba canggih, masak pihak PG Asambagoes tidak bisa mengatasi tolato. Sekarang kan sudah serba canggih. “Harapan saya penyebaran tolato bisa diatasi, karena sekaran jaman serba canggih,” pungkas Sabri. (*)

Baca Juga:
Terkait Akademi Petani Muda Peternak Muda, Ini Penjelasan Bupati Situbondo