KETIK, SIDOARJO – Bupati Subandi tak mampu menahan iba. Begitu masuk rumah Moana di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, pada Sabtu pagi (25 April 2026), hatinya langsung trenyuh. Perempuan 70 tahun itu menderita cedera punggun parah. Tulang ekornya terluka.
”Niki Bu, kulo paringi kursi roda baru. Mugi-mugi bermanfaat nggih,” ucap Bupati Subandi sambil duduk di sebelah Moana.
Saat itulah, Moana meneteskan air mata. Dengan suara sesengukan, nenek berkerudung itu mengucapkan terima kasih kepada Bupati Subandi yang saat itu ditemani Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta W. Kusuma.
Matanya berkaca-kaca. Moana terlihat masih sangat berharap dirinya bisa sembuh dari cedera punggung yang dideritanya. Lansia tersebut juga meminta Bupati Subandi mendoakan agar dirinya sembuh dan mampu berjalan lagi.
Moana sangat ingin bisa keluar rumah untuk sering-sering melihat suasana di luar rumahnya. Dia mencoba mengangkat butuh, tapi belum mampu. Hanya bisa memegang kakinya sambil berkata lirih.
Baca Juga:
Kolaborasi Kuat Wujudkan Koperasi Desa dan Jembatan Merah Putih hingga Makanan Bergizi di Sidoarjo”Dungaakan sembuh nggih, Pak,” ucap Moana yang saat itu didampingi anak dan keluarganya.
Bupati Subandi memahami keinginan Moana. Lelaki 55 tahun itu pun mengiyakan permintaan Moana itu. Setelah itu, Bupati Subandi menyanggupi untuk membantu memperbaiki rumah Moana. Kalau hujan deras, rumah itu banjir. Karena posisinya persis di tepi jalan, air mudah masuk.
”Nanti lantai rumahnya kami bantu ditinggikan Bu Moana, nggih. Supaya tidak banjir. Atapnya juga diperbaiki supaya tidak bocor,” kata Bupati Subandi.
Kalau lantai rumahnya bisa sejajar dengan tinggi jalan, Moana lebih mudah keluar rumah. Kursi rodanya tidak perlu diangkat lagi. Atapnya pun dibenahi. Sehingga, cahaya bisa lebih mudah masuk dan rumah Moana tidak gelap saat siang hari.
Baca Juga:
Bupati Subandi Dukung Penuh Program Koperasi Desa Merah Putih, Terus Perkuat Sinergi dengan TNI”Kita memberi bantuan kursi roda, juga memastikan tempat tinggalnya layak. Rumahnya rawan banjir, nanti kita tinggikan agar lebih aman dan nyaman,” ujar Subandi.
Keluarga Moanah senang mendengar itu. Para tetangga juga menyaksikan kedatangan Bupati Subandi ke rumah Moana. Untuk para tetangga itu, Dinas Sosial Sidoarjo memberikan bantuan beras. Sebagian besar emak-emak.
Mereka menerima dengan senang hati bantuan beras yang diserahkan Bupati Subandi, Kepala Dinsos Mharta W. Kusuma, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Diana Ambarukmi, dan Camat Sukodono Inneke. Satu per satu warga bersalaman sambil tersenyum. Bupati Subandi lantas berpamitan.
Dari rumah Moana, Bupati Subandi menuju rumah bocah penderita polio dan pengecilan otak. Namanya Anindita. Bocah berusia 10 tahun itu tinggal di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.
Sampai di depan rumah orang tua Anindita, Bupati Subandi sudah ditunggu keluarga boca itu. Ayah dan ibunya mendampingi. Begitu pula para tetangga serta pengurus RT dan RW setempat. Semua disapa dengan ramah. Mereka berterima kasih karena warga RT/RW itu disambangi Bupati Subandi.
Kepada orang tua Anindita, Bupati Subandi mendoakan mereka agar bisa menerima amanah dan selalu bersabar dalam membesarkan dan merawat putri mereka. Orang tua Anindita diharapkan terus bersemangat mengasuh Anindita.
”Insya Allah akan kita damping bersama-sama,” ucap Bupati Subandi yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lhaksmie Herawati.
Bupati Subandi juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Laksmie untuk selalu memantau kondisi Anindita. Anak itu butuh perhatian khusus. Puskesmas pembantu harus rutin melakukan visite seminggu sekali agar kondisi kesehatan bocah itu terus terpantau.
Tujuan visite ini agar bisa sama sama menjaga. Kesehatan Anindita bisa dipantau. Pemerintah harus hadir dan melihat langsung situasi warganya yang memerlukan bantuan.
”Semoga orang tua diberi kekuatan dengan karunia anak berkelebihan ini”
Ibunda Anindita, Jum’ati Rohmah, bercerita bahwa putrinya diketahui sakit pada usia 15 bulan. Awalnya, sering menangis. Sering tidak merespons apa yang dilakukan orang tua. mereka lantas membawanya ke rumah sakit. Aninda mengalami koma.
”Oleh dokter anak saya di-CT Scan. Terus hasilnya brain atrhopy (pengecilan otak) itu,” jelas Rohmah, 30 tahun.
Setelah itu, kondisi Anindita terus menurun dan tidak ada perkembangan sampai sekarang. Beratnya masih 7 kilogram di usia tahun. Pasangan Jum’ati dan Heriyanto akan merawat Anindita dengan baik.
”Terima kasih, Pak Bupati. Bantuan kursi rodanya sangat berguna. Sekali lagi maturnuwun sudah disambangi,” ungkap Jum’ati.
Dari rumah balita Anindita, kegiatan sambang rakyat Bupati Subandi berlanjut ke Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono. Tujuannya adalah rumah Legimah. Lansia berumur 60 tahun itu tidak bisa berjalan selama hampir 1,5 tahun ini.
Bupati Subandi juga menyerahkan kursi roda untuk Legimah. Duduk di teras rumah, Bupati Subandi menyaksikan kondisi warganya yang memerlukan bantuan. Baik makanan, pengobatan, maupun perbaikan rumah.
”Saya minta kepala desa dan dinas memastikan semua bantuan untuk Bu Legimah terpenuhi. Kalau rumahnya ada yang perlu diperbaiki, segera diusulkan dan dikerjakan,” tegas Bupati Subandi.
Setelah itu, Bupati Subandi mengunjungi lokasi berikutnya, yaitu rumah Rizalul Muttaqin di Dusun Jebug, Desa Cangkringsari, Kecamatan Sukodono. Bocah Rizalul masih berusia 12 tahun. Pertumbuhan tubuhnya tida seperti balita-balita lain karena terkena cerebral palsy sejak lahir. Tubuhnya terlihat kurus sekali.
”Kita harus hadir untuk anak-anak seperti Rizalul ini. Perawatannya harus berkelanjutan. Tidak boleh terputus. Pemerintah akan terus mendampingi sesuai kebutuhan,” ungkap Bupati Subandi.
Selama melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, Bupati Subandi tidak hanya memberikan bantuan kursi roda dan kebutuhan lainnya. Para tetangga juga disapa. Mereka diberi sembako sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah bagi kebutuhan warganya.
Sambutan masyarakat pun sangat hangat. Mereka belum puas meski sudah dapat beras. Banyak emak-emak yang minta foto bersama. Bupati Subandi pun meladeninya dengan sabar dan ramah. Sampai mereka benar-benar lega.
”Ayo-ayo foto sik sama Pak Bupati,” ungkap emak-emak itu.
”Monggo-monggo. Ayok Pak Mharta (Kepala Dinas Sosial Sidoarjo). Ayo Bu Camat (Camat Sukodono Inneke). Bareng-bareng foto,” ungkap Bupati Subandi. (adv)